30 Juni 2024

Museum Sisa Hartaku, dari Sejarah hingga Daya Tariknya

Salah-satu destinasi wisata populer di Sleman

Museum Sisa Hartaku adalah sebuah museum mini yang terletak di Yogyakarta.

Melansir dari laman resmi Pemerintah Daerah Sleman, museum ini dikategorikan sebagai museum budaya dan seni, dan merupakan salah satu dari banyak museum di Yogyakarta.

Nama museum ini berarti "sisa harta saya" yang merujuk pada koleksi pribadi pemilik museum yang terdiri dari barang-barang antik dan benda lainnya.

Museum ini merupakan destinasi wisata populer dan sering dikunjungi oleh mereka yang tertarik dengan sejarah dan budaya.

Museum ini terkenal dengan koleksi uniknya yang terdiri dari sisa-sisa barang yang sudah rusak akibat erupsi Merapi, termasuk motor tua, rangka hewan, dan foto-foto lama.

Ingin tahu lebih lanjut tentang Museum Sisa Hartaku? Simak sampai akhir, ya!

Baca Juga: 18 Museum di Jakarta, Seru untuk Rekreasi dan Juga Edukasi!

Sejarah Museum Sisa Hartaku

Gunung Merapi
Foto: Gunung Merapi (Orami Photo Stock)

Museum Mini Sisa Hartaku, juga dikenal sebagai The House of Memory, adalah sebuah museum mini yang terletak di Dusun Kepung, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

Museum ini didirikan oleh Sriyanto, seorang warga setempat yang selamat dari erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010.

Sriyanto memutuskan untuk membangun museum ini sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan sebagai cara untuk mengenang peristiwa tragis tersebut.

Museum Mini Sisa Hartaku awalnya merupakan rumah Sriyanto yang selamat dari erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010.

Setelah erupsi, Sriyanto memutuskan untuk mengumpulkan sisa-sisa barang-barang yang selamat dari rumahnya dan memajangnya di museum mini yang ia dirikan.

Melansir dari laman Jogjaprov, Museum ini dibuka untuk umum pada tahun 2011 dan sejak itu menjadi salah satu destinasi wisata populer di Yogyakarta.

Museum Sisa Hartaku menyimpan sisa-sisa letusan Gunung Merapi pada tahun 2010. Selain itu, museum ini juga menampilkan foto-foto dan video tentang erupsi Gunung Merapi silam.

Sebagai informasi, Pada akhir Oktober 2010, Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, mengalami serangkaian letusan yang semakin memburuk hingga November.

Aktivitas seismik di sekitar gunung berapi meningkat sejak pertengahan September, mencapai puncaknya dengan terjadinya letusan lava dan abu vulkanik yang berulang kali.

Letusan Merapi pada tahun 2010 menyebabkan kerugian yang besar, termasuk korban jiwa dan kerusakan properti.

Letusan ini mengakibatkan sedikitnya 353 orang tewas. Banyak binatang ternak mati terpanggang dan ratusan hektare lahan pertanian tertutup material panas.

Letusan ini juga menyebabkan hujan kerikil dan pasir yang mencapai Kota Yogyakarta bagian utara, sedangkan hujan abu vulkanik pekat turun hingga Purwokerto dan Cilacap.

Baca Juga: Informasi Wisata Museum Lubang Buaya, Kaya Nilai Sejarah!

Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk Museum

Museum Sisa Hartaku
Foto: Museum Sisa Hartaku (Visitingjogja.jogjaprov.go.id)

Lokasi Museum Sisa Hartaku terletak di Dusun Kepung, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Lokasi museum ini dekat dengan Gunung Merapi atau sekitar 20 km ke arah utara dari Kota Yogyakarta.

Museum ini berada di bekas rumah Sriyanto yang selamat dari erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010.

Museum ini buka setiap hari, mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB. Tidak dipungut biaya tiket masuk ke museum. Kita hanya diminta untuk memberikan sumbangan secara sukarela.

Jika Moms ingin berkunjung ke Museum Mini Sisa Hartaku, dapat menggunakan kendaraan pribadi, ojek, taksi, atau bus umum yang menuju ke Cangkringan dan turun di pasar Cangkringan.


Akses menuju Museum Sisa Hartaku juga cukup mudah dan jelas.

Dengan kondisi jalan yang memadai, Moms dapat berkunjung ke museum ini dengan kendaraan pribadi atau mengikuti open trip yang banyak disediakan oleh masyarakat setempat.

Bisanya, open trip ke museum ini menjadi satu paket dengan trip Lava Tour Merapi menggunakan mobil Jeep.

Baca Juga: Museum Sonobudoyo: Sejarah dan Informasi Kunjungan Wisatawan

Daya Tarik Museum Sisa Hartaku

Museum Sisa Hartaku
Foto: Museum Sisa Hartaku (lavatourmerapi.com)

Di dalam museum mini ini, terdapat pameran berbagai foto erupsi Gunung Merapi, serta banyak sisa harta benda yang terkena dampak dari wedus gembel.

Peralatan yang terkena awan panas, seperti peralatan dapur, kendi, dan alat penggorengan yang masih ada.

Selain itu, museum ini juga menampilkan berbagai artefak lainnya, termasuk gamelan, kerangka sepeda motor yang sudah berkarat, televisi, komputer yang telah menjadi rongsokan, dan bahkan tulang belulang sapi.

Sebagai informasi tambahan, museum ini berlokasi di dalam kawasan Desa Wisata Petung yang menjadi salah satu destinasi wisata populer di lereng Gunung Merapi.

Desa ini berjarak sekitar 20 km ke arah utara dari Kota Yogyakarta, dekat dengan Gunung Merapi.

Desa Wisata Petung mempertahankan nuansa alami karena wilayahnya masih memegang tradisi yang kuat, dan lingkungannya juga tetap terjaga dengan dekatnya keberadaan hutan.

Selain keindahannya, Desa Wisata Petung juga memiliki gardu pandang yang sering digunakan untuk menyaksikan keelokan Gunung Merapi.

Desa Wisata Petung yang mempertahankan kelestarian alamnya merupakan tempat yang ideal untuk kegiatan outbound.

Selain outbound, terdapat beragam aktivitas lain yang dapat dinikmati di desa ini, karena desa ini memiliki potensi wisata yang beragam.

Salah satunya adalah peternakan sapi perah, di mana pengunjung dapat belajar tentang proses pembuatan susu dan pengelolaan sapi perah.

Selain itu, desa ini juga memiliki budidaya dan industri umbi-umbian, serta perkebunan kopi yang menjadi daya tarik utama.

Di perkebunan kopi ini, kita dapat menemukan kopi khas Desa Petung, yang terkenal dengan sebutan kopi petung, dengan varietas Arabica dan robusta yang ditanam.

Moms juga memiliki kesempatan untuk belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan di perkebunan kopi.

Keistimewaan desa ini tidak hanya terbatas pada potensi alamnya, tetapi juga meliputi aspek budaya, kesenian, dan adat istiadat masyarakat setempat yang sering dipertunjukkan.

Keselamatan tersebut mencakup pertunjukan karawitan, wayang, dan seni tari oleh masyarakat sekitar.

Selain itu, desa Wisata Petung juga mempertahankan budaya tradisi masyarakat Dandan Kali yang diadakan setiap bulan Ruwah.

Diadakan pada hari Jumat Kliwon sebagai ungkapan syukur warga desa karena tetap memiliki pasokan air yang cukup, bahkan selama musim kemarau.

Baca Juga: Museum Dirgantara: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Manfaat Mengenalkan Anak ke Museum

Mengajak anak ke Museum Sisa Hartaku dapat memberikan banyak manfaat positif, antara lain:

1. Pengenalan Terhadap Sejarah dan Budaya

Mengunjungi museum sejarah membantu anak memahami sejarah dan budaya suatu tempat atau peristiwa tertentu dengan cara yang lebih nyata dan konkret.

Mereka dapat melihat artefak, replika, atau dokumentasi langsung yang memperkaya pemahaman mereka tentang masa lalu.

2. Stimulasi Kognitif dan Pemikiran Kritis

Melihat berbagai artefak dan benda sejarah dapat merangsang rasa ingin tahu anak dan memacu pemikiran kritis mereka.

Mereka diajak untuk bertanya, mempertimbangkan, dan membuat hubungan antara informasi yang mereka dapatkan di museum dengan pengetahuan yang mereka miliki.

3. Pengembangan Keterampilan Literasi Visual

Mengamati dan memahami artefak atau pameran di museum membantu anak mengembangkan keterampilan literasi visual mereka.

Mereka belajar menginterpretasikan gambar, tulisan, dan simbol-simbol yang ada di sekitar mereka.

Baca Juga: 10 Wisata Malam Jogja yang Hits, Cocok untuk Hangout!

Demikian informasi wisata terkait Museum Sisa Hartaku. Semoga bisa menjadi panduan bagi Moms sebelum berkunjung ke destinasi ini, ya!

  • https://kebudayaan.slemankab.go.id/post/museum-mini-sisa-hartaku-the-house-of-memory
  • https://visitingjogja.jogjaprov.go.id/30568/menelisik-memori-erupsi-gunung-merapi-di-museum-sisa-hartaku/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.