11 Juni 2024

10 Gejala Bisul yang Umum dan yang Patut Diwaspadai

Dapat menyebabkan komplikasi jika dibiarkan

Bisul adalah infeksi kulit yang biasanya dimulai di folikel rambut atau kelenjar minyak. Gejala bisul bisa berupa benjolan merah dan terasa nyeri.

Umumnya benjolan ini bisa semakin membesar seiring waktu, disertai dengan pembengkakan dan rasa panas di sekitar area yang terinfeksi.

Pada puncaknya, bisul sering kali dipenuhi dengan nanah dan bisa pecah, mengeluarkan cairan berwarna kekuningan atau putih.

Selain itu, bisul juga dapat menyebabkan demam dan perasaan tidak enak badan.

Meskipun bisul umumnya tidak berbahaya, mereka bisa sangat menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penanganan yang tepat dan menjaga kebersihan area yang terkena adalah langkah penting dalam proses penyembuhan.

Bagian Tubuh yang Umum Terkena Bisul

Bisul bisa muncul di mana saja pada tubuh, terutama di area yang memiliki folikel rambut dan kelenjar minyak.

Tempat-tempat yang paling umum termasuk:

  • Wajah (terutama di sekitar hidung dan mulut)
  • Leher
  • Ketiak
  • Bokong
  • Paha
  • Punggung
  • Selangkangan

Baca Juga: 10 Penyebab Benjolan di Selangkangan, Waspada Tanda Penyakit

Gejala Bisul

Gejala Bisul
Foto: Gejala Bisul (Orami Photo Stock)

Penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri, biasanya oleh Staphylococcus aureus, yang masuk ke folikel rambut atau kelenjar minyak dan menyebabkan peradangan.

Gejala bisul dapat bervariasi, tetapi umumnya meliputi:

1. Benjolan Merah

Bisul biasanya dimulai dengan benjolan merah kecil yang muncul di permukaan kulit.

Benjolan ini keras, nyeri saat disentuh, dan seringkali disertai dengan pembengkakan di sekitarnya.

Kulit di sekitar benjolan merah ini terasa panas dan bisa berubah warna menjadi lebih kemerahan, menunjukkan adanya peradangan.

Benjolan merah adalah tanda awal bahwa folikel rambut atau kelenjar minyak telah terinfeksi oleh bakteri, dan tubuh sedang berusaha melawan infeksi tersebut.

2. Gatal

Beberapa orang mungkin merasa gatal di sekitar bisul sebelum benjolan mulai terasa nyeri.

Gatal adalah salah satu gejala awal bisul yang sering kali dirasakan sebelum benjolan merah dan nyeri muncul.

Sensasi gatal ini terjadi karena peradangan dan iritasi pada folikel rambut atau kelenjar minyak yang terinfeksi.

Gatal di sekitar area yang terkena bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang merespons infeksi dan mulai mengirimkan sel-sel darah putih untuk melawan bakteri penyebab bisul.

Meskipun gatal, penting untuk tidak menggaruk area tersebut, karena dapat memperburuk infeksi dan menyebabkan penyebaran bakteri.

2. Nyeri

Benjolan menjadi lebih nyeri seiring waktu, terutama saat disentuh.

Rasa nyeri ini disebabkan oleh peradangan dan tekanan dari nanah yang terkumpul di dalam bisul.

Kulit di sekitar bisul menjadi sangat sensitif, dan nyeri sering kali terasa lebih parah saat disentuh atau ketika ada gesekan dengan pakaian.

Nyeri ini juga bisa diperburuk oleh aktivitas sehari-hari yang memberikan tekanan pada area yang terkena, seperti duduk jika bisul berada di bokong atau menggerakkan lengan jika bisul berada di ketiak.

Dalam beberapa kasus, nyeri ini bisa cukup parah sehingga mengganggu tidur dan aktivitas harian.

3. Pembengkakan

Area di sekitar benjolan seringkali membengkak.

Pembengkakan adalah salah satu gejala umum dari bisul yang menunjukkan adanya peradangan di area yang terinfeksi.

Pembengkakan ini biasanya dimulai di sekitar benjolan merah kecil dan nyeri yang muncul sebagai tanda awal bisul.

Seiring berkembangnya infeksi, area yang membengkak akan menjadi lebih besar dan terasa padat.

Pembengkakan terjadi karena tubuh mengirimkan sel-sel darah putih untuk melawan infeksi, yang menyebabkan akumulasi cairan dan nanah di bawah kulit.

Pembengkakan ini adalah respons alami tubuh terhadap infeksi, dan meskipun mengganggu, ini adalah bagian dari proses penyembuhan.

4. Panas pada Kulit

Kulit di sekitar bisul akan terasa hangat atau panas saat disentuh, yang merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi bakteri.

Peningkatan suhu di area ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah dan aktivitas sel-sel imun yang sedang melawan infeksi.

Rasa panas ini sering kali disertai dengan kemerahan dan pembengkakan, menandakan bahwa tubuh sedang berusaha untuk mengatasi infeksi tersebut.

Mengompres dengan air hangat dapat membantu meredakan rasa panas dan mendukung proses penyembuhan bisul.

5. Titik Pusat Putih atau Kuning

Seiring berkembangnya bisul, terbentuk titik pusat yang berwarna putih atau kuning, menandakan adanya nanah.

Gejala titik pusat putih atau kuning pada bisul menandakan bahwa infeksi telah mencapai puncaknya, dengan nanah yang terkumpul di tengah benjolan merah.

Titik ini biasanya muncul beberapa hari setelah benjolan pertama kali terbentuk dan menunjukkan adanya pengumpulan sel darah putih, bakteri, dan jaringan mati di area yang terinfeksi.

Kehadiran titik putih atau kuning ini adalah indikasi bahwa bisul siap untuk pecah dan mengeluarkan nanah, yang dapat membantu mengurangi tekanan dan nyeri.

Gejala Bisul yang Patut Diwaspadai

Jika gejala di atas termasuk gejala bisul yang umum, terdapat gejala bisul lainnya yang perlu diwaspadai, yaitu:

6. Demam Tinggi

Dalam kasus yang lebih parah, seseorang bisa merasa demam, lelah, dan tidak enak badan.

Jika disertai dengan demam tinggi, ini bisa menunjukkan bahwa infeksi telah menyebar ke bagian tubuh lain.

7. Bengkak dan Kemerahan Menyebar dengan Cepat

Pembengkakan yang berkembang sangat cepat atau menyebar ke area lain bisa menjadi tanda infeksi serius.

Kemerahan yang meluas jauh dari bisul bisa menandakan selulitis, suatu infeksi kulit yang lebih dalam dan serius.

8. Nyeri Sangat Parah dan Nanah Berbau

Nyeri yang tidak sebanding dengan ukuran bisul bisa menunjukkan adanya masalah lain.

Nanah yang berbau busuk bisa menandakan infeksi bakteri yang lebih serius.

9. Bisul Berulang

Bisul yang sering muncul kembali bisa menunjukkan kondisi medis yang mendasari seperti diabetes atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

10. Kelenjar Getah Bening yang Membengkak

Pembengkakan kelenjar getah bening di dekat area bisul bisa menunjukkan penyebaran infeksi.

Baca Juga: Ini Penyebab Bisul tanpa Mata Menurut Dokter Kulit, Simak!

Komplikasi Bisul

Komplikasi Bisul
Foto: Komplikasi Bisul (Orami Photo Stock)

Meski jarang sekali bakteri dari bisul atau bisul dapat memasuki aliran darah dan berpindah ke bagian lain dari tubuh, namun jika tidak ditangani dengan benar, infeksi bisa menyebar.

Melansir Mayo Clinic, infeksi bisul yang menyebar bisa menyebabkan komplikasi seperti keracunan darah (sepsis), dapat menyebabkan infeksi jauh di dalam tubuh, seperti jantung (endokarditis) dan tulang (osteomielitis).

Berikut ini kemungkinan infeksi yang timbul bisa menyebar dan menyebabkan komplikasi serius seperti:

1. Selulitis

Infeksi bakteri yang menyebar ke jaringan kulit lebih dalam, menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri yang luas.

2. Karbunkel

Kumpulan bisul yang saling terhubung di bawah kulit, yang bisa lebih parah dan memerlukan perawatan medis.

3. Sepsis

Infeksi yang menyebar ke aliran darah, menyebabkan respons inflamasi yang dapat mengancam nyawa.

4. Osteomielitis

Infeksi tulang yang bisa terjadi jika bakteri menyebar dari bisul ke tulang.


Cara Mengobati Bisul

Mengobati bisul di rumah dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa tidak nyaman:

1. Kompres Hangat

Terapkan kompres hangat pada bisul selama 10-15 menit, beberapa kali sehari.

Panas membantu meningkatkan sirkulasi darah ke area tersebut, yang membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat pematangan bisul.

2. Jaga Kebersihan

Cuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah menyentuh bisul.

Bersihkan area sekitar bisul dengan sabun antibakteri untuk mencegah penyebaran infeksi.

3. Hindari Memencet Bisul

Jangan mencoba memencet atau menusuk bisul sendiri, karena ini dapat menyebabkan penyebaran infeksi dan memperburuk kondisi.

4. Gunakan Perban atau Plester

Tutup bisul dengan perban steril atau plester untuk melindunginya dari kotoran dan iritasi. Ganti perban secara teratur.

5. Jaga Kebersihan Pakaian dan Handuk

Gunakan pakaian dan handuk bersih setiap hari.

Hindari berbagi barang pribadi seperti handuk atau pakaian dengan orang lain untuk mencegah penyebaran infeksi.

6. Obat Penghilang Nyeri

Jika bisul sangat nyeri, obat penghilang nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol dapat membantu meredakan rasa sakit dan peradangan.

Kapan Perlu ke Dokter?

Konsultasi ke Dokter
Foto: Konsultasi ke Dokter (Orami Photo Stock)

Melansir Harvard Health Publishing, segera hubungi dokter jika;

  • Bisul terletak di wajah, rektum, selangkangan, atau tulang belakang
  • Mengalami demam atau nyeri yang hebat
  • Mengganggu pergerakan
  • Menyebabkan pembengkakan pada kulit di sekitarnya
  • Bisul tidak kunjung membaik setelah seminggu menjalani pengobatan di rumah.

Jika Moms menderita diabetes, harus menghubungi dokter meskipun mengalami bisul kecil.

Ini karena penderita diabetes lebih rentan terkena infeksi serius.

Baca Juga: Bisul di Vagina: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Orang yang Berisiko Mengalami Bisul Berulang

Bisul Pada Anak, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!.jpg
Foto: Bisul Pada Anak, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!.jpg (Orami Photo Stock)

Orang yang berisiko mengalami bisul berulang termasuk:

1. Penderita Diabetes

Melansir laman Mayo Clinic, penderita diabetes bisa lebih berisiko mengalami bisul.

Ini karena tingkat gula darah yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi, termasuk infeksi bakteri pada kulit.

2. Penderita Kondisi Kulit Tertentu

Penyakit kulit kronis seperti dermatitis atau eksim yang merusak penghalang kulit dan mempermudah masuknya bakteri.

3. Orang dengan Kebersihan Pribadi yang Kurang

Kebiasaan kebersihan yang buruk dapat meningkatkan risiko infeksi kulit.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Benjolan di Belakang Telinga

Jika mengalami bisul, pastikan Moms memperhatikan gejala bisul yang muncul untuk mencegah komplikasinya.

Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius dan mempercepat proses penyembuhan.

Dengan menjaga kebersihan dan menerapkan perawatan sederhana di rumah, sebagian besar bisul dapat sembuh dengan baik.

Namun, jika gejala berlanjut atau memburuk, segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah risiko komplikasi lebih lanjut.

  • https://www.mountsinai.org/health-library/diseases-conditions/boils
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15153-boils-and-carbuncles
  • https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/boils-and-carbuncles-a-to-z
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513141/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/boils-and-carbuncles/symptoms-causes/syc-20353770

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.