10 Mei 2024

Mengenal 5 Jenis Simbiosis di Kehidupan Beserta Contohnya!

Di kehidupan ini, ada 5 jenis simbiosis baik pada manusia, hewan, dan tumbuhan

Apa arti simbiosis dan apa saja jenis simbiosis?

Simbiosis adalah interaksi yang berkembang atau hubungan mahluk hidup yang erat antara organisme dari spesies yang berbeda.

Ada berbagai jenis simbiosis dan pada dasarnya simbiosis dicirikan oleh jenis dan tingkatan dampak hubungan organisme tersebut.

Seperti dikutip dari National Geographic, planet Bumi setidaknya dihuni oleh jutaan spesies. Spesies yang berbeda sering menghuni ruang yang sama dan berbagi.

Atau sebaliknya, para spesies ini bersaing untuk sumber daya yang sama. Secara umum, interaksi yang secara kolektif ini mempengaruhi satu dan yang lain.

Baca Juga: Urutan Planet dalam Tata Surya, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Jenis-Jenis Simbiosis

Ketika kedua belah pihak berada dalam hubungan yang saling menguntungkan, itu disebut sebagai mutualisme.

Akan tetapi, ketika hanya satu pihak yang diuntungkan secara simbiosis, maka hal itu dapat ditafsirkan sebagai jenis hubungan parasit.

Orami berhasil merangkum jenis-jenis simbiosis dan juga beberapa contohnya. Tetap ikuti artikel ini ya, Moms.

1. Simbiosis Mutualisme

Simbiosis Mutualisme
Foto: Simbiosis Mutualisme (Freepik.com)

Mutualisme adalah salah satu jenis simbiosis yang paling banyak dipelajari.

Hal ini digambarkan sebagai interaksi antara individu dari spesies yang berbeda yang membawa efek positif (menguntungkan) pada masing-masing peserta.

Proses ini dapat mempengaruhi reproduksi dan/atau kelangsungan hidup populasi yang terlibat.

Ini adalah interaksi yang sangat dinamis di mana kemungkinan ada evolusi berkelanjutan dan koevolusi di antara spesies pasangan.

Penelitian Holland & Bronstein menunjukan mutualisme wajib mengacu pada simbiosis itu sendiri.

Simbiosis mutualisme melibatkan asosiasi fisik yang erat dalam jangka panjang antar partisipan.

Salah satu hubungan timbal balik atau jenis simbiosis mutualisme adalah kupu-kupu dan bunga.

Kupu-kupu menghisap nektar yang terdapat pada bunga dan timbal-baliknya adalah bunga mendapat bantuan dari gerakan kupu-kupu untuk penyerbukan.

Contoh lainnya dari jenis simbiosis mutualisme adalah manusia dengan bakteri.

Dengan adanya bakteri E. Coli, manusia terbantu untuk bisa mengurangi pertumbuhan bakteri jahat dan mempercepat proses pembusukan di usus besar.

Sedangkan keuntungan yang didapat oleh bakteri E. Coli adalah mendapat makanan dari sisa-sisa pembuangan pada usus besar.

2. Simbiosis Komensalisme

Jenis Simbiosis Komensalisme (materikimia.com)
Foto: Jenis Simbiosis Komensalisme (materikimia.com) (Freepik.com)

Jenis simbiosis komensalisme adalah hubungan interaksi di mana satu individu diuntungkan dari spesies lain, sementara yang lain tidak terpengaruh.

Misalnya, satu organisme dapat menyediakan nutrisi penting atau sumber daya untuk organisme lain. Jenis makan silang ini umum terjadi pada organisme tanah.

Contoh yang baik dari jenis simbiosis ini adalah ketika satu mikroorganisme (bakteri menguntungkan) menghasilkan antibiotik melawan organisme lain (patogen).

Mikroorganisme ini memberikan perlindungan pada tanaman yang terkait dengan bakteri menguntungkan.

Hubungan simbiosis serupa dari kingdom animalia dapat dilihat dari interaksi remora dan hiu.

Remoras menggunakan piringan hisap untuk menempel pada inangnya yang bisa berupa hiu, pari, ikan bertulang, penyu, serta cetacea atau sirene lainnya.

Setelah hiu makan, biasanya sisa-sisa makanan akan berjatuhan. Di saat sisa-sisa makanan jatuh, ikan-ikan remora bakal menempel dengan hiu untuk mengambil sisa-sisa makanan dari hiu.

Ikan hiu tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan.

3. Simbiosis Amensalisme

Jenis Simbiosis Amensalisme
Foto: Jenis Simbiosis Amensalisme (https://www.britannica.com/science/amensalism)

Jenis simbiosis yang ketiga ini adalah sisi berlawanan dari komensalisme.

Simbiosis ini terjadi ketika satu organisme dihambat atau dirusak oleh kehadiran organisme lain, yang tidak diuntungkan.

Amensalisme mungkin melibatkan kompetisi, di mana organisme yang lebih besar, lebih kuat atau beradaptasi dengan lingkungan lebih baik mengeluarkan organisme lain dari sumber makanan atau tempat tinggalnya.

Misalnya, satu tanaman menaungi tanaman lain saat tumbuh dengan kecepatan dan tinggi normal.

Atau, antibiosis di mana satu organisme mengeluarkan bahan kimia sebagai produk sampingan yang membunuh atau merusak organisme lain, tetapi tidak menguntungkan yang lain, dapat dilihat secara umum di alam.

Baca Juga: 11 Fakta Hewan Sugar Glider, Marsupial yang Bisa "Terbang"


4. Simbiosis Parasitisme

Jenis Simbiosis Parasitisme
Foto: Jenis Simbiosis Parasitisme (theconversation.com)

Parasitisme adalah jenis simbiosis non-mutualistik yang terjadi ketika salah satu organisme diuntungkan dengan mengorbankan yang lain.

Tidak seperti pemangsaan, parasitisme tidak selalu mengakibatkan kematian langsung.

Sering kali, siklus hidup parasit sangat penting untuk menjaga inangnya tetap hidup.

Kadang-kadang inang yang diparasit terbunuh sebagai akibat dari invasi parasit.

Dalam hal ini, penyerbu dikenal sebagai 'parasitoid'.

Parasitisme mungkin melibatkan infiltrasi langsung dari tubuh inang untuk memberi makan jaringan, mempengaruhi perilaku yang menguntungkan parasit, atau klepto parasitisme, di mana parasit mencuri makanan atau sumber daya lain dari inang.

Jenis simbiosis parasit muncul dalam berbagai bentuk. Beberapa relatif tidak mengancam, misalnya, ektoparasit, seperti kutu, yang memakan darah hewan yang lebih besar dan dapat menyebabkan rasa gatal yang tidak nyaman.

Namun, ektoparasit dapat bertindak sebagai pembawa atau vektor, yang mentransmisikan endoparasit antar sel seperti bakteri dan virus ke inang.

Sering kali ekstoparasit menyebabkan kerusakan atau kematian yang signifikan.

Parasitisme induk atau suatu bentuk klepto parasitisme, dapat menimbulkan biaya yang signifikan pada kebugaran inang.

Hal ini biasa terjadi pada burung terutama pada burung kukuk, serangga, dan beberapa ikan.

Biasanya parasit bertelur di dalam sarang inang dan kemudian menerima makanan atau tempat berlindung yang ditujukan untuk keturunan inang.

Parasitisme induk dapat mengakibatkan kematian keturunan dalam jumlah yang tinggi, baik karena kelaparan, penolakan terhadap keturunannya atau ditinggalkannya sarang oleh induk inangnya, atau oleh parasit yang mengeluarkan keturunan inang dari sarangnya.

5. Simbiosis Predasi

Ilustrasi Simbiosis
Foto: Ilustrasi Simbiosis (Dreamstime.com)

Predasi adalah jenis simbiosis di mana satu spesies bertahan hidup dengan memakan spesies lain.

Spesies yang memakan atau menang adalah predator dan spesies yang dimakan adalah mangsa.

Biasanya ada keseimbangan alami dalam populasi dan hubungan antara predator dan mangsa.

Lebih banyak mangsa berarti lebih banyak makanan untuk pemangsa, lebih banyak energi, dan karena itu lebih banyak keturunan.

Lebih banyak keturunan berarti lebih banyak konsumsi mangsa, sehingga pengurangan jumlah populasi mangsa.

Lebih sedikit populasi mangsa berarti lebih sedikit makanan untuk pemangsa, sehingga populasi pemangsa menderita atau berkurang.

Dalam banyak kasus jenis simbiosis predasi, hewan predator yang memangsa hewan lain mengakhiri hidup mangsanya.

Misalnya, singa akan berburu kijang atau hewan lain dan memakannya.

Predator (singa) diuntungkan sementara mangsa (antelope) dikonsumsi. Predator ini dikenal sebagai karnivora, yang berarti organisme pemakan daging.

Dikutip dari e-School Today, predator tidak selalu mengakhiri hidup mangsanya.

Salah satu contohnya dikenal sebagai herbivora.

Herbivora melibatkan hewan (predator) yang memakan tumbuhan, biji-bijian, buah-buahan, atau akar (mangsa).

Ketika herbivora memakan tanaman, mereka sering tidak langsung membunuh tanaman itu tetapi dapat merusaknya dan tanaman memiliki kesempatan untuk tumbuh kembali.

Selain itu, beberapa spesies predator dapat memakan spesies mereka.

Perilaku ini dikenal sebagai kanibalisme.

6. Simbiosis Obligatif

Jenis simbiosis satu ini adalah hubungan di mana kedua organisme saling bergantung satu sama lain untuk bertahan hidup.

Mereka tidak dapat hidup secara mandiri dan membutuhkan satu sama lain untuk keberhasilan reproduksi, pertahanan, atau sumber nutrisi.

Contohnya adalah hubungan antara bakteri nitrogen dan akar tanaman leguminoceae di mana bakteri menyediakan nitrogen bagi tanaman sementara tanaman menyediakan lingkungan yang cocok bagi bakteri.


Baca Juga: Kelompok Hewan Filum Chordata: Ciri, Klasifikasi, dan Peran

Contoh-contoh dalam Alam

Contoh Simbiosis di Alam
Foto: Contoh Simbiosis di Alam (Freepik.com)

Setelah melihat jenis simbiosis yang dipaparkan di atas, Moms bisa menjelajahi lebih dalam tentang contoh nyata di alam nih!

Mendalaminya contoh-contoh konkret simbiosis di alam nya itu seperti, hubungan antara tubipora musica dan zooxanthellae dalam terumbu karang, dapat memberikan wawasan yang lebih kaya tentang bagaimana simbiosis memengaruhi ekosistem.

Berikut ini adalah beberapa contoh nyatanya ya

1. Hubungan Karang dan Alga Zooxanthellae di Terumbu Karang

Di terumbu karang, ada kerja sama antara karang dan alga kecil yang disebut zooxanthellae.

Karang memberikan tempat tinggal yang aman bagi alga, sementara alga membuat makanan melalui proses fotosintesis yang juga memberi makan karang.

Dengan saling membantu, keduanya dapat bertahan hidup dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi berbagai makhluk laut lainnya.

2. Hubungan Pohon Akasia dan Semut

Beberapa jenis pohon akasia menjalin kerja sama dengan semut.

Pohon akasia memberikan tempat tinggal dan makanan berupa nektar dan struktur khusus yang disebut Beltian bodies untuk semut.

Sebagai balasannya, semut melindungi pohon dari hewan pemakan tumbuhan dan tanaman yang bisa merusak.

Dengan bekerja sama, keduanya saling menguntungkan dan membantu menjaga keseimbangan dalam ekosistem.

3. Asosiasi Mikoriza

Asosiasi mikoriza adalah kerja sama antara fungi dengan akar tanaman.

Fungi membantu akar tanaman dalam menyerap nutrisi, terutama fosfor, sementara tanaman memberi fungi karbohidrat dari proses fotosintesisnya.

Hubungan ini sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan banyak spesies tanaman, terutama di tanah yang kurang subur.

4. Ikan Pembersih dan Hewan Laut Besar

Ada ikan kecil yang disebut ikan pembersih dan udang pembersih yang bekerja sama dengan hewan laut besar.

Mereka membersihkan tubuh hewan laut besar dari parasit dan kulit mati.

Sebagai imbalannya, ikan pembersih mendapatkan makanan dan perlindungan dari predator.

Kerja sama ini membantu menjaga kebersihan dan kesehatan hewan laut besar.

5. Bakteri Pengikat Nitrogen dan Tanaman Kacang-kacangan

Ada bakteri yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan dan membantu mengubah nitrogen udara menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman.

Sebagai balasannya, tanaman memberi bakteri karbohidrat dan lingkungan yang baik untuk berkembang.

Kerja sama ini sangat penting dalam mengembalikan nutrisi ke tanah dan menjaga kesuburan tanah.

Baca Juga: Yuk Ajak Anak Mengenal Hewan dan Tumbuhan Dengan Mengunjungi 5 Tempat Wisata Ini

Itulah beberapa jenis simbiosis dalam lingkungan hidup yang melibatkan banyak spesies.

Sebagai manusia, Moms harus selalu mengajarkan Si Kecil berusaha menjalin simbiosis mutualisme dengan sesama manusia dan makhluk hidup lainnya.

  • https://ditsmp.kemdikbud.go.id/tiga-simbiosis-yang-terjadi-dalam-kehidupan-mutualisme-komensalisme-dan-parasitisme/
  • https://education.nationalgeographic.org/resource/symbiosis-art-living-together
  • https://biologydictionary.net/symbiosis/
  • https://education.nationalgeographic.org/resource/symbiosis-art-living-together

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.