27 Agustus 2024

Biografi I Gusti Ketut Jelantik, Pahlawan Nasional dari Bali

Simak perjuangannya mengusir penjajah!

I Gusti Ketut Jelantik atau dikenal sebagai "Singa Buleleng" adalah salah satu pahlawan yang gigih terhadap Belanda.

Sebagai Patih Agung Kerajaan Buleleng, ia adalah pemimpin yang berwibawa dan berani, memperjuangkan hak-hak rakyatnya dan menentang campur tangan Belanda.

Keteguhannya tercermin dalam pertempuran sengit seperti Perang Bali I, Perang Jagaraga, dan Perang Bali III.

Kehidupan Awal I Gusti Ketut Jelantik

I Gusti Ketut Jelantik lahir di Desa Tukadmungga, Buleleng, Bali, pada tahun 1800.

Ia adalah putra dari I Gusti Ketut Karang dan I Gusti Ayu Karang.

Sejak kecil, ia menunjukkan bakat kepemimpinan dan keberanian.

Sebelum menjadi Patih Agung Kerajaan Buleleng, ia bekerja sebagai petani di Desa Kalibukbuk, di mana ia dikenal karena keahliannya dalam bertani.

Ia juga mendirikan Pura Bakti Sari sebagai penghargaan atas pencapaiannya. Pada tahun 1828, ia mulai menjabat sebagai Patih Agung Kerajaan Buleleng.

Perjuangan I Gusti Ketut Jelantik

Perjuangan Gusti Ketut Jelantik
Foto: Perjuangan Gusti Ketut Jelantik (Pinterest.com)

I Gusti Ketut Jelantik memimpin perlawanan di Bali Utara pada tahun 1846, 1848, dan 1849 melawan Belanda yang berusaha menghapuskan hak tawan karang, yaitu hak raja-raja Bali untuk mengambil kapal yang kandas di wilayah mereka.

Perang Bali I (1846)

Belanda berusaha menghapuskan tawan karang, namun ditentang oleh penduduk Bali.

Pertempuran melibatkan 1.280 prajurit Belanda dan lebih dari 10.000 prajurit dari Kerajaan Buleleng dan Karangasem.

Belanda menang, menaklukkan Singaraja dan mencapai perdamaian dengan kerajaan-kerajaan tersebut.

Perang Jagaraga

I Gusti Ketut Jelantik memimpin 16.000 prajurit Bali dari benteng Jagaraga melawan Belanda.

Pasukan Bali berhasil memukul mundur Belanda dan menewaskan 200 prajurit Belanda.

Perang Bali III (1849)

Belanda menyerang Bali dengan 5.000 prajurit, 3.000 pelaut, dan 100 kapal.

I Gusti Ketut Jelantik dan Gusti Ngurah Made Karangasem memimpin 33.000 prajurit Bali, tetapi kalah.

I Gusti Ketut Jelantik dan Raja Buleleng gugur, sementara penguasa Karangasem melakukan ritual bunuh diri.

I Gusti Ketut Jelantik dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 14 September 1993.

Baca Juga: Biografi Imam Bonjol, Pahlawan yang Memimpin Perang Padri!

Nilai Luhur yang Dapat Diambil

Berikut beberapa nilai luhur yang dapat diambil dan dijadikan sebagai suri tauladan.

1. Keberanian dan Keteguhan

I Gusti Ketut Jelantik berani melawan Belanda meski kekuatannya lebih kecil, menjadi inspirasi untuk membela kebenaran dan keadilan.

2. Patriotisme dan Cinta Tanah Air

Beliau mencintai Bali dan rela berkorban untuk melawan penjajahan Belanda, menjadi teladan cinta tanah air dan pengorbanan demi bangsa.

3. Kepemimpinan yang Cakap dan Bijaksana

Sebagai Patih Agung Buleleng, beliau adalah pemimpin yang adil dan bijaksana, mengutamakan kepentingan rakyat.

4. Kegigihan dan Pantang Menyerah

Meskipun mengalami kekalahan, beliau tidak pernah menyerah dalam perjuangannya, menjadi contoh untuk selalu gigih mencapai tujuan.

5. Integritas dan Kejujuran

I Gusti Ketut Jelantik adalah sosok jujur dan berintegritas, tidak mau berkompromi dengan penjajah, menjadi teladan hidup bermoral dan jujur.

Demikian informasi seputar biografi I Gusti Ketut Jelantik dan kisahnya melawan penjajahan Belanda.

Kisah-kisah pahlawan ini tentu dapat memotivasi sekaligus menjadi tauladan bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan, ya!

  • https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/I_Gusti_Ketut_Jelantik
  • https://ikpni.or.id/pahlawan/i-gusti-ketut-jelantik/
  • https://dinsos.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/42-kisah-patih-i-gusti-ketut-jelantik-bersama-jro-jempiring-dalam-perang-puputan-jagaraga

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.