Oral Thrush pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Merawat

Daftar isi artikel
Oral thrush pada anak adalah penyakit yang terjadi akibat adanya infeksi ragi yang berkembang di dalam mulut anak.
Penyakit ini juga dikenal sebagai kandidiasis oral, kandidiasis orofaringeal, atau hanya kandidiasis. Penyakit ini memang paling pada bayi dan balita.
Akibatnya akan terdapat benjolan putih atau kekuningan terbentuk di pipi dan lidah anak bagian dalam atau sering disebut lidah berjamur.
Namun, jika Moms merawat oral thrush pada anak dengan benar maka penyakit ini akan segera hilang dalam kurun waktu yang cepat.
Penyebab Oral Thrush

Berikut beberapa penyebab oral thrush pada anak yang perlu Moms waspadai:
1. Sistem Kekebalan Tubuh yang Melemah
Moms, anak kecil, terutama bayi, memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang dan lebih rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk sariawan.
Melansir dari Kids Health, sistem imun yang belum matang ini tidak cukup kuat untuk mengontrol pertumbuhan jamur seperti Candida, yang bisa menyebabkan infeksi pada mulut dan tenggorokan.
Oleh karena itu, anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan lebih mudah terkena infeksi jamur ini.
2. Penggunaan Antibiotik
Moms, antibiotik memang diperlukan untuk mengobati berbagai infeksi, tetapi penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam tubuh, termasuk di mulut.
Melansir dari Web MD, antibiotik dapat membunuh bakteri baik yang biasanya menjaga jamur Candida tetap terkendali, sehingga memungkinkan jamur ini berkembang biak dan menyebabkan sariawan.
Oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti anjuran dokter dalam penggunaan antibiotik.
3. Obat Steroid
Moms, penggunaan obat steroid, baik yang berupa inhalasi maupun steroid sistemik, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Menurut Mayo Clinic, kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur berlebih, termasuk Candida yang bisa menyebabkan sariawan.
Jika anak Moms menggunakan steroid untuk kondisi tertentu, penting untuk memantau kemungkinan efek samping ini.
4. Diabetes
Moms, bagi anak-anak yang memiliki diabetes yang tidak terkontrol, kadar gula dalam darah mereka bisa sangat tinggi, dan ini juga tercermin pada air liur mereka.
Menurut Web MD, gula yang berlebih dalam air liur dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur Candida.
Oleh karena itu, menjaga kadar gula tetap stabil sangat penting untuk mencegah sariawan pada anak-anak dengan diabetes.
5. Kebersihan Mulut dan Gigi Palsu yang Buruk
Moms, kebersihan mulut yang kurang baik bisa jadi salah satu faktor pemicu munculnya sariawan.
Dilansir dari Mayo Clinic, pada anak yang lebih besar dan menggunakan gigi palsu, kebersihan gigi palsu yang buruk atau penggunaan gigi palsu yang tidak pas juga bisa menyebabkan iritasi pada mulut dan menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur.
Jadi, penting untuk menjaga kebersihan mulut dan memastikan gigi palsu nyaman digunakan.
6. Faktor ASI
Melansir dari Pregnancy Birth Baby, bayi yang menyusui bisa saja tertular sariawan dari ibu yang memiliki infeksi jamur pada puting susu yang tidak diobati.
Selain itu, penggunaan peralatan makan atau botol yang tidak dibersihkan dengan benar dapat memindahkan jamur ke mulut bayi.
Jadi, pastikan Moms menjaga kebersihan area menyusui dan perlengkapan makan bayi untuk mencegah penularan sariawan.
7. Faktor Lingkungan
Menurut Nationwide Children's, penggunaan dot atau botol dalam waktu lama, terutama yang tidak dibersihkan dengan baik, dapat meningkatkan risiko sariawan pada bayi.
Ragi yang menumpuk pada dot atau botol yang tidak bersih dapat masuk ke mulut bayi dan menyebabkan infeksi jamur.
Pastikan Moms selalu membersihkan perlengkapan bayi dengan hati-hati untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut mereka.
Gejala Oral Thrush
Pada tahap awal, oral thrush mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Apalagi jika Moms sudah merawat oral thrush pada anak dengan benar.
Namun, jika infeksi semakin memburuk, kemungkinan buah hati akan mengalami gejala yang dapat Moms lihat.
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, berikut beberapa gejala thrush:
- Kulit pecah-pecah di sudut mulut anak
- Mulut terasa tebal
- Kehilangan indera perasa
- Sakit saat makan atau menelan
- Bercak-bercak putih di bibir, lidah, atau di dalam pipi yang warnanya kekuningan tapi tidak bisa dihilangkan
Jika Moms berusaha menghapus bercak tersebut biasanya akan membuat area di sekitar bercaknya memerah dan meradang.
Anak-anak seringkali tidak tahu bahwa mereka menderita oral thrush karena biasanya tidak menyebabkan iritasi.
Namun, jika Moms mecoba membersihkannya terus menerus kemungkinan iritasi bisa timbul dan bercaknya berubah warna jadi merah. Akibatnya, Si Kecil jadi malas makan dan sering ngiler.
Cara Merawat Oral Thrush pada Anak

Hal pertama yang harus dilakukan ketika mengetahui kalau Si Kecil terserang oral thrush adalah pergi ke dokter.
Perawatan akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum anak. Itu juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya.
Namun, ada beberapa saran untuk merawat oral thrush pada anak. Berikut di antaranya:
1. Obat Antijamur Topikal
Melansir dari Luna Pediatric Dentistry, untuk kasus ringan, dokter biasanya akan meresepkan obat antijamur topikal seperti tetes, gel, atau obat kumur.
Obat-obatan ini biasanya digunakan setelah makan, selama 1 hingga 2 minggu, untuk membantu menghilangkan jamur yang menyebabkan sariawan.
Obat yang umum digunakan adalah nistatin dan miconazole.
2. Obat Antijamur Oral
Pada kasus yang lebih parah atau jika pengobatan topikal tidak efektif, dokter mungkin meresepkan obat antijamur oral seperti flukonazol.
Obat ini bisa diberikan dalam bentuk cair untuk bayi atau tablet untuk anak yang lebih besar. Pengobatan oral ini membantu mengatasi infeksi jamur dengan cara yang lebih sistematis.
3. Pengobatan Gabungan untuk Menyusui
Moms, jika bayi yang menyusui mengalami kandiasis, baik bayi maupun ibu yang menyusui bisa memerlukan perawatan untuk mencegah infeksi berulang.
Melansir dari Raising Children, Moms mungkin akan diberikan krim antijamur untuk dioleskan pada puting susu guna mengatasi infeksi yang bisa berpindah antara ibu dan bayi.
4. Jaga Kebersihan Mulut
Moms, menjaga kebersihan mulut anak adalah langkah penting untuk mencegah infeksi ulang.
Membersihkan mulut anak secara teratur, serta mensterilkan perlengkapan makan seperti botol dan dot, sangat dianjurkan.
Selain itu, mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah mengganti popok atau sebelum menyusui, juga membantu mencegah penularan infeksi.
Jadi, ketika tahu kalau Si Kecil menderita penyakit ini, Moms bisa segera melakukan cara di atas. Merawat oral thrush pada anak ternyata mudah, bukan?
- https://kidshealth.org/HumanaLouisiana/en/parents/thrush.html
- https://www.webmd.com/oral-health/what-is-thrush
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/oral-thrush/symptoms-causes/syc-20353533
- https://www.pregnancybirthbaby.org.au/oral-thrush-babies-and-children
- https://www.nationwidechildrens.org/conditions/thrush
- https://www.cdc.gov/candidiasis/?CDC_AAref_Val=https://www.cdc.gov/fungal/diseases/candidiasis/thrush/index.html
- https://lunapediatricdentistry.com/blog/treatment-approaches-for-pediatric-oral-thrush/
- https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/oral-thrush
Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.
Baca selanjutnya
Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan
Copyright © 2025 Orami. All rights reserved.