26 March 2025

7 Pertanyaan saat Lebaran yang Bikin Keki dan Cara Jawabnya

Siapkan jawaban yang sopan, bisa juga diselingi dengan candaan
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita Putri
Disunting oleh Aprillia

Terkadang, ada beberapa pertanyaan saat Lebaran yang dapat membuat suasana silaturahmi menjadi menegangkan.

Momen yang seharusnya penuh kehangatan bersama keluarga besar justru bisa berubah menjadi tidak nyaman karena munculnya pertanyaan-pertanyaan pribadi yang menyentuh ranah sensitif.

Mulai dari status hubungan, pekerjaan, hingga rencana kehidupan di masa depan, pertanyaan-pertanyaan ini sering kali terasa seperti tekanan sosial.

Whatsapp channel

Join Whatsapp Channel Orami untuk dapat info terupdate!

Lantas, bagaimana, ya, cara menyikapinya?

Contoh Pertanyaan saat Lebaran dan Cara Menjawabnya

Silaturahmi Lebaran
Foto: Silaturahmi Lebaran (Orami Photo Stock)

Mari simak beberapa contoh pertanyaan saat Lebaran yang paling sering muncul dan tips untuk menjawabnya tanpa merusak suasana silaturahmi.

1. Kapan Nikah?

Pertanyaan ini kerap dilontarkan oleh keluarga atau kerabat saat Lebaran, terutama kepada yang belum menikah.

Meskipun terkesan basa-basi, bagi sebagian orang, pertanyaan ini bisa terasa mengusik kehidupan pribadi dan menimbulkan tekanan.

Dalam hal ini, cobalah untuk menjawab dengan sopan dan santai, misalnya “Doain aja ya, semoga dipertemukan dengan jodoh yang terbaik dalam waktu dekat.”

Bisa juga menjawab dengan cara humoris tapi tetap elegan, seperti “Lagi open recruitment nih, belum ketemu kandidat yang cocok.”

Jawaban-jawaban ini tetap menjaga sopan santun, tidak memancing perdebatan, dan membantu kita tetap tenang tanpa merusak suasana silaturahmi saat Lebaran.

2. Kapan Punya Anak?

Contoh pertanyan saat Lebaran lainnya yang kerap diajukan saat silaturahmi yakni “Kapan punya anak?”.

Pertanyaan ini sering ditujukan kepada pasangan yang baru menikah atau sudah lama menikah namun belum memiliki anak.

Meskipun sering dianggap sebagai bentuk perhatian, bagi yang sedang berjuang untuk memiliki momongan, pertanyaan ini bisa menimbulkan tekanan emosional.

Jika Moms dan Dads mendapatkan pertanyaan tersebut, coba berikan jawaban sopan dan bijak, seperti “Kami sedang menikmati waktu berdua dulu, semoga nanti diberi kepercayaan oleh Tuhan.”

Selain itu, bisa coba menjawab dengan meminta doa, “Doakan ya, semoga segera diberi rezeki anak dalam waktu dekat.”

3. Kok Tambah Gemuk?

“Kok tambah gemuk?” juga bisa jadi salah satu pertanyaan saat Lebaran yang terasa menyebalkan.

Komentar tentang bentuk tubuh seperti ini memang sering kali terlontar saat Lebaran, baik dalam nada bercanda maupun serius.

Padahal, bagi sebagian orang, komentar fisik bisa sangat sensitif dan dapat menurunkan rasa percaya diri.

Lalu, bagaimana, ya, cara menyikapinya?

Dalam hal ini, Moms dapat memberikan jawaban humoris agar suasana tetap cair.

Misalnya dengan mengatakan, “Maklum, banyak yang masak enak, jadi sayang kalau nggak dicicipin semua.”

Bisa juga memberikan jawaban menenangkan yang menghindari perdebatan, seperti “Iya nih, lagi menikmati hidup dan mensyukuri apa yang ada.”

Dengan memberikan jawaban yang tenang dan positif, Moms bisa tetap menjaga hubungan baik tanpa harus merasa tersinggung.

Ingat, diri kita punya kendali atas bagaimana memilih untuk merespons komentar tersebut.

Baca Juga: 15 Cara Menurunkan Berat Badan setelah Lebaran, Coba Moms!

4. Kerja di Mana Sekarang?

Silaturahmi Online saat Lebaran
Foto: Silaturahmi Online saat Lebaran (Orami Photo Stock)

Pertanyaan “Kerja di mana sekarang?” memang terdengar biasa saja, tapi bisa terasa sensitif bagi yang masih mencari kerja, sedang pindah jalur karier, atau baru saja berhenti bekerja.

Kadang, pertanyaan ini juga diikuti dengan rasa penasaran soal gaji atau posisi kerja.

Tentunya, momen silaturahmi saat Hari Raya bisa terasa tidak nyaman ketika Moms mendapatkan pertanyaan tersebut.

Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang dapat Moms coba.

Jika sedang bekerja tapi di tempat yang kurang dikenal, bisa memberikan jawaban seperti, “Sekarang lagi kerja di perusahaan yang bergerak di bidang digital. Lumayan, masih terus belajar dan berkembang.”

Apabila saat ini belum bekerja atau sedang mencari kerja, coba jawab dengan mengatakan, “Masih proses cari yang cocok, doakan ya, semoga dapat yang terbaik.”

Jika ingin menjaga privasi terkait pekerjaan, bisa coba menjawab dengan “Lagi sibuk dengan beberapa proyek pribadi. Semoga nanti bisa sharing kabar baik, doain ya!”

Dengan jawaban seperti di atas, Moms dapat tetap menunjukkan sikap terbuka dan ramah, tanpa perlu merasa terpojok.

Kuncinya adalah menjawab dengan tenang, percaya diri, dan positif.

5. Kapan Lulus?

“Kapan lulus?” juga bisa jadi salah satu pertanyaan saat Lebaran yang tak dapat dihindari.

Pertanyaan ini bisa jadi menyebalkan atau menyentuh area sensitif, apalagi bagi mahasiswa yang sedang mengejar skripsi atau menghadapi kendala akademik.

Meski maksudnya mungkin sekadar basa-basi, tetap saja bisa menimbulkan tekanan tersendiri.

Untuk menjawabnya, bisa dengan mengatakan “Masih proses, semoga dimudahkan dan bisa cepat selesai. Doakan, ya.”

Jawaban seperti ini bisa menunjukkan bahwa kamu tetap semangat dan positif, tanpa harus membocorkan hal-hal pribadi yang belum siap dibagikan.

Jangan lupa untuk tetap tersenyum dan jaga nada bicara agar suasana silaturahmi tetap hangat.

Baca Juga: 35 Pantun Lebaran, Unik, Lucu, Menghibur, dan Menarik!

6. Kapan Beli Rumah?

Pertanyaan “Kapan beli rumah?” saar Lebaran bisa terasa menyentuh ranah pribadi, apalagi jika kondisi finansial belum memungkinkan.

Harga properti yang mahal dan banyaknya pertimbangan juga seringkali membuat pembelian rumah bukan hal yang mudah.

Ketika Moms dan Dads menjumpai pertanyaan seperti ini, coba jawab dengan cara yang realistis namun tetap sopan.

Misalnya mengatakan, “Masih sambil menabung dan cari yang paling pas, doakan semoga lancar, ya.”

Bisa juga dengan memberikan jawaban positif dan tetap menjaga privasi, seperti “Ada rencana, tapi belum dalam waktu dekat. Lagi fokus menata yang lain dulu.”

7. Kok Masih Sendiri?

Pertanyaan saat Lebaran lainnya yang sering kali dilontarkan oleh kerabat atau keluarga yang jarang bertemu yaitu “Kok masih sendiri?”.

Bagi sebagian orang, status lajang adalah pilihan atau kondisi yang mungkin belum bisa diubah, dan hal ini bisa menjadi topik yang sensitif.

Cara menjawab pertanyaan semacam ini bisa dilakukan dengan cara ringan dan santai.

Misalnya, “Lagi menikmati hidup sendiri dulu, nanti kalau ketemu yang cocok baru dikenalin deh!”

Bisa juga dengan coba mengalihkan topik yang ramah, “Masih sendiri nih, kayak tante dulu waktu muda. Btw, anak tante gimana kabarnya sekarang?”.

Jawaban-jawaban seperti ini bisa meredakan ketegangan dan menghindari suasana yang tidak nyaman, tanpa menimbulkan kesan defensif atau tersinggung.

Yang penting tetap tersenyum dan menjaga komunikasi tetap hangat.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Sering Muncul setelah Lebaran, Waspada!

Itulah beberapa contoh pertanyaan saat Lebaran lengkap dengan tips menjawabnya.

Meski terkadang terasa menyudutkan, pertanyaan saat Lebaran ini sebenarnya sering muncul sebagai bentuk perhatian.

Namun dalam suasana penuh silaturahmi dan kebersamaan ini, kita ditantang untuk tetap bersikap tenang, bijak, dan santun dalam meresponsnya.

Jadi, hadapi setiap pertanyaan dengan senyuman dan hati yang lapang, karena kebahagiaan sejati di Hari Raya datang dari kebersamaan yang hangat dan penuh kasih.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2025 Orami. All rights reserved.