31 January 2025

4 Penyebab Frekuensi Menyusu Berkurang setelah MPASI, Simak!

Bayi yang sudah MPASI maka frekuensi menyusu bayi akan berkurang
placeholder
Artikel ditulis oleh Chrismonica
Disunting oleh Widya Citra Andini

Menyusu berkurang setelah MPASI adalah kondisi yang sering dialami oleh banyak ibu dan bayi.

Saat bayi mulai mengonsumsi makanan padat, bisa jadi frekuensi dan volume menyusu secara bertahap akan menurun.

Hal ini wajar terjadi karena bayi mulai mendapatkan nutrisi tambahan dari makanan lain selain ASI.

Whatsapp channel

Join Whatsapp Channel Orami untuk dapat info terupdate!

Baca Juga: Mual saat Menyusui Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Penyebab Menyusu Berkurang Setelah MPASI

Seperti yang sudah dijelaskan singkat di atas, setelah makanan pendamping diperkenalkan, anak-anak cenderung menyusui lebih jarang.

Penurunan frekuensi ini bisa menyebabkan berkurangnya asupan ASI, karena pengenalan makanan padat secara efektif menggantikan sebagian konsumsi ASI.

Berikut beberapa penyebab menyusu berkurang setelah MPASI yang tentunya tidak perlu Moms khawatirkan.

1. Kebutuhan ASI

Proses Menyusui Bayi
Foto: Proses Menyusui Bayi (Freepik.com/freepik)

Mengutip dari National Library of Medicine, ASI terus menyediakan nutrisi esensial dan energi untuk bayi, terutama antara usia 6 hingga 24 bulan.

Meskipun makanan pendamping telah diperkenalkan, ASI tetap menjadi sumber nutrisi yang paling berkualitas.

Studi itu menunjukkan bahwa ASI dapat menyediakan lebih dari setengah kebutuhan energi bayi selama tahun pertama, dan sepertiga selama tahun kedua.

2. Perubahan Kebutuhan Nutrisi

Nah, menyusu berkurang setelah MPASI juga bisa karena perubahan kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Setelah bayi mulai mengonsumsi MPASI, kebutuhan nutrisi mereka berubah.

Makanan padat mulai memenuhi sebagian dari kebutuhan gizi Si Kecil, sehingga bayi cenderung menyusu lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

Hal ini adalah bagian dari proses alami saat bayi beradaptasi dengan makanan baru.

3. Prinsip Supply and Demand

Produksi ASI mengikuti prinsip supply and demand, di mana jumlah ASI yang diproduksi bergantung pada seberapa sering bayi menyusu.

Ketika frekuensi menyusui menurun karena MPASI, produksi ASI juga akan berkurang.

Ini dapat menyebabkan siklus di mana semakin sedikit bayi menyusu, semakin sedikit ASI yang diproduksi

4. Kenyang Setelah Makan

Jika bayi merasa kenyang setelah makan MPASI, mereka mungkin tidak merasa perlu untuk menyusu lagi dalam waktu dekat.

Ini adalah respons alami terhadap perubahan pola makan mereka.

Baca Juga: 12 Cara Menyapih Anak agar Berhenti Menyusui, Tanpa Drama!

Menyusu Berkurang Setelah MPASI

Sayuran Terbaik untuk MPASI
Foto: Sayuran Terbaik untuk MPASI (Blog.regopantes.com)

Selama 6 bulan pertama kehidupannya, Si Kecil sudah menerima ASI eksklusif dari Moms. Hanya ASI, tanpa makanan atau minuman pendamping lainnya.

ASI eksklusif sangat berguna untuk:

  • Menunjang pembentukan sistem kekebalan tubuh bayi agar lebih kuat
  • Mencegah bayi terinfeksi penyakit
  • Membantu perkembangan kognitifnya di kemudian hari.

Pada tahapan ini, Moms harus melihat, apa saja perkembangan yang terjadi pada Si Kecil?

Apakah ia sudah bisa duduk tanpa perlu dibantu? Apakah ia sudah bisa berguling? Dan apakah ia sudah siap untuk menerima makanan padat?

Perhatikan tanda-tanda bayi sudah mulai siap untuk diberikan MPASI, atau makanan pendamping ASI.

Umumnya, bayi mulai MPASI ketika berusia 6 bulan, namun dalam beberapa kondisi, bisa lebih cepat atau lebih lama waktunya.

Jadi, setiap bayi memiliki kondisi yang berbeda-beda, ya, Moms.

Lebih jelasnya, coba Moms perhatikan tanda-tanda di bawah ini yang menunjukkan bayi sudah siap MPASI, yaitu:

  1. Kepala bayi sudah tegak, ia juga dapat duduk sendiri, dengan atau tanpa bantuan.
  2. Bayi menunjukkan ketertarikan terhadap makanan. Salah satu tandanya ia membuka mulut saat disodorkan makanan.
  3. Bayi menjadi lebih mudah lapar, lebih sering gelisah seperti tidak kenyang padahal sudah sering menyusu.

Nah, bagi bayi yang sudah mulai MPASI sangat umum jika menyusu berkurang setelah MPASI.

Bayi yang sudah mulai MPASI memang tidak lagi terpenuhi gizinya hanya dengan menyusu.

Mengapa demikian? ASI hanya mencukupi sekitar 70 persen dari kebutuhan gizi bayi.

Semakin bertambah usia bayi, maka semakin berkurang persentase kemampuan ASI untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi.

Puncaknya, saat bayi berusia 1 tahun, ASI hanya memenuhi 30 persen dari kebutuhan nutrisinya.

Kalau sudah begini, bayi segera membutuhkan MPASI. MPASI juga tidak bisa diberikan sembarangan, ya, Moms.

Semuanya harus dilihat dari keseimbangan gizi dan kebutuhan nutrisi dari Si Kecil sendiri.

MPASI yang tepat membuat kenaikan berat badan anak bertumbuh secara optimal.

Hati-hati, salah memberikan MPASI malah bisa membuat anak menjadi malnutrisi yang berisiko stunting.

Bayi MPASI, Apakah Berhenti Menyusu?

Bayi MPASI (Momjunction)
Foto: Bayi MPASI (Momjunction)

Bayi yang sudah memulai MPASI tidak berhenti menyusu. Malahan, MPASI yang baik adalah ketika bayi tetap mampu menyusu.

Namun tentunya, bayi tidak akan menyusu sebanyak dari bulan-bulan pertama ia lahir, ya, Moms. Frekuensi menyusu bayi menjadi berkurang.

Menurut dr Aini, konselor laktasi yang praktik di RSIA Permata Bekasi dan RSIA Kemang Medical Care, frekuensi menyusu bayi wajar berkurang saat ia sudah mulai MPASI.

Alasannya karena bayi sudah mencoba jenis makanan yang berbeda dan hal ini normal terjadi.

Ketika frekuensi makannya bertambah, frekuensi menyusu bayi otomatis jadi berkurang.

Bayi yang menyusu lebih sedikit saat MPASI malahan bagus, berarti MPASI berhasil dan bayi dapat menikmati makanan yang diberikan.

"Sebaiknya Moms berikan 3 kali makan dan 2 kali camilan setiap hari. Camilan yang bisa diberikan seperti buah atau ke. Pastikan saja agar kebersihannya selalu terjaga,” ujar dr Aini.

Nah, bagi Moms yang bekerja sambil tetap menyusui, tidak perlu khawatir ketika frekuensi menyusu ASIP bayi berkurang.

Menurut dr. Aini, sebaiknya Moms tidak perlu lagi pumping, dan tetap berikan bayi makanan dan minuman yang bergizi.

Ketika Moms pulang bekerja, Moms bisa melanjutkan menyusui bayi.

Selalu perhatikan kenaikan berat badan dan lingkar kepala Si Kecil setiap bulannya sehingga Moms dapat memantau pertumbuhan bayi.

Perhatikan juga kemampuan motoriknya karena MPASI juga dapat melatih motoriknya, lho!

Berikan yang terbaik untuk sang buah hati, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK148957/
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7199838/
  • https://www.who.int/health-topics/complementary-feeding
  • https://openknowledge.fao.org/server/api/core/bitstreams/57aec1b3-efe1-4b16-a07c-00b668e0cf4c/content

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


Topik Terkait

mpasi

FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2025 Orami. All rights reserved.