21 Juni 2024

5 Keutamaan dan Amalan Hari Tasyrik hingga Larangan Berpuasa

Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 18, 19, dan 20 Juni 2024

Setelah merayakan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah, umat muslim memasuki Hari Tasyrik di tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Tahun ini, Idul Adha jatuh pada tanggal 17 Juni 2024. Oleh karena itu, Hari Tasyrik jatuh di tanggal 18, 19, dan 20 Juni 2024.

Tasyrik merupakan bahasa Arab yang menunjukkan waktu syarraqa, artinya matahari terbit atau menjemur sesuatu.

Nah, Tasyrik juga bisa disebut menghadap ke arah timur, arah matahari terbit.

Lantas, apa keutamaan, amalan, dan bagaimana larangan berpuasa Hari Tasyrik? Yuk, simak di bawah ini ya Moms.

Baca Juga: Puasa Sunah Idul Adha: Niat dan Keutamaannya, Masya Allah!

Keutamaan dan Amalan Hari Tasyrik

Pada hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah seperti berzikir, berdoa, serta menyembelih hewan kurban.

Perintah untuk berkurban tersebut termaktub dalam surat al-Kautsar ayat 2 berikut:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Artinya: “Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurban lah!”

Nah, ini beberapa keutamaan dan amalan Hari Tasyrik yang bisa Moms lakukan selain berpuasa.

1. Memperbanyak Takbir

Setelah salat wajib, umat Islam disunahkan untuk mengucapkan takbir, yang dikenal dengan takbir muqayyad.

Takbir ini dimulai dari waktu Subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai dengan waktu Asar pada hari terakhir Tasyrik (13 Dzulhijjah).

Takbir muqayyad bertujuan untuk mengagungkan Allah dan mengingat-Nya secara khusus pada hari-hari yang penuh berkah ini.

Berikut bacaannya:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ 

.اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

2. Makan dan Minum

Hari Tasyrik adalah hari-hari untuk menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Puasa pada hari-hari ini dilarang, sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:

عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرٍ لِلَّهِ

Artinya: “Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir,’” (HR Muslim)

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak berpuasa pada hari-hari tersebut.

Dengan menikmati makanan dan minuman, umat Islam merayakan nikmat Allah dan memperkuat rasa syukur dalam hati.

3. Berdoa dan Berzikir

Ilustrasi Hari Tasyrik
Foto: Ilustrasi Hari Tasyrik (Freepik.com/rawpixel-com)

Pandangan Ibnu Abbas perihal perintah zikir pada hari-hari tertentu yang dipahami sebagai Hari Tasyrik yang juga tercantum dalam firman Allah SWT di surat Al-Baqarah ayat 203:

وقال ابنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُواْ اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ أَيَّامُ العَشْرِ والأَيَّامُ المَعْدُوْدَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ وكَانَ ابنُ عُمَرُ وأَبُو هُرَيْرَةَ كَانَا يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أيَّامِ العَشْرِ يُكبِّرَانِ، ويُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيْرِهِمَا وكَبَّرَ مُحَمَّدٌ بْنُ عَلِيٍّ خَلْفَ النَافِلَةِ

Artinya: “Ibnu Abbas RA. mengatakan, ‘Sebutlah nama Allah (zikirlah) pada hari tertentu,’ (Surat Al-Baqarah ayat 203).

‘Hari 10 dan hari-hari tertentu adalah Hari Tasyrik.’ Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah RA. keluar ke pasar pada hari 10 sambil bertakbir.

Orang-orang pun ikut bertakbir karena takbir keduanya. Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah shalat sunnah,” (HR Bukhari).

Ibnu Hajar Al-Asqalani, pada akhir pembahasan mengenai amal di Hari Tasyrik, mengutip riwayat hadis yang menganjurkan umat Islam untuk juga memperbanyak tahlil, tahmid, dan takbir.

وقد وقع في رواية بن عمر من الزيادة في آخره فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّحْمِيْدِ وَالتَّكْبِيْرِ 

Artinya: “Pada riwayat Ibnu Umar ada tambahan kalimat di akhir, ‘Perbanyaklah tahlil, tahmid, dan takbir pada Hari Tasyrik,’” (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/529). 


4. Menyembelih Hewan Kurban

Bagi yang belum sempat menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha (10 Dzulhijjah), dapat melakukannya pada hari Tasyrik.

Penyembelihan kurban pada hari Tasyrik masih sah dan diterima oleh Allah SWT.

Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ كُلُّهَا ذَبْحٌ

Artinya: "Semua hari Tasyriq adalah waktu untuk menyembelih" (HR. Ahmad).

Dengan melaksanakan kurban pada hari-hari Tasyrik, umat Islam tetap bisa memenuhi ibadah kurban yang dianjurkan.

Ini juga merupakan kesempatan untuk berbagi daging kurban dengan orang-orang yang membutuhkan, mempererat tali persaudaraan, dan menyebarkan kebaikan.

5. Memperbanyak Amal Saleh

Selain zikir dan doa, melakukan berbagai amal saleh seperti sedekah, membantu sesama, dan ibadah lainnya sangat dianjurkan pada hari-hari Tasyrik.

Sedekah dan membantu sesama dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di antara umat Islam.

Amal saleh lainnya, seperti memperbanyak salat sunah dan membaca Al-Qur'an, juga sangat dianjurkan untuk mendapatkan berkah dan pahala yang lebih.

Dengan memperbanyak amal saleh, umat Islam dapat memanfaatkan hari-hari Tasyrik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas ibadah.

Baca Juga: 2 Contoh Teks Khutbah Idul Adha, tentang Haji dan Kurban

Larangan Berpuasa di Hari Tasyrik

Salat
Foto: Salat (Pexels.com/Michael Burrows)

Larangan puasa di hari Tasyrik disebabkan karena waktu tersebut sangat dianjurkan untuk menikmati berbagai hidangan dan olahan dari daging kurban.

Dalam hadisnya, Rasulullah SAW mengatakan terkait larangan ini sebagai berikut:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ

Artinya: “Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata:

“Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari, no. 1859)

Pada kesempatan lain, hari Tasyrik juga disebut sebagai hari untuk makan dan minum. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ يَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ النَّحْرِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Artinya: “Dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah bersabda:

“Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum.” (HR. An-Nasa’i, no. 2954)

Baca Juga: Hukum Memotong Kuku saat Haid, Ini Penjelasannya dalam Islam

Itulah informasi seputar Hari Tasyrik dari amalan hingga larangan berpuasa. Semoga membantu, Moms!

  • https://www.mui.or.id/public/index.php/baca/mui/asal-usul-hari-tasyrik-dan-mengapa-kita-diharamkan-berpuasa
  • https://jatim.nu.or.id/keislaman/makna-hari-tasyrik-11-13-dzulhijjah-dan-keharaman-berpuasa-fFg5T#:~:text=Hari%20Tasyrik%20adalah%20tiga%20hari,masih%20diperkenankan%20menyembelih%20hewan%20kurbannya
  • https://jabar.nu.or.id/ubudiyah/takbir-muqayyad-takbir-yang-dikumandangkan-khusus-di-hari-tasyrik-dan-idul-adha-LxiLA

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.