Hukum Tidur saat Puasa di Bulan Ramadan, Benarkah Ibadah?

Daftar isi artikel
Bagaimana hukum tidur saat puasa? Simak penjelasannya hingga akhir, Moms dan Dads!
Saat memasuki bulan Ramadan, jam tidur pada beberapa orang sering kali menjadi terganggu.
Ini lantaran karena harus terbangun untuk sahur pada dini hari sekitar pukul 3-4 pagi menjelang Subuh.
Tidur yang cukup sangat penting dalam menjaga kesehatan, kesejahteraan, dan kemampuan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik sepanjang hari.
Bagi orang yang sedang berpuasa, tak jarang dapat merasakan kantuk, perubahan mood, hingga rasa malas untuk beranjak dari kasur.
Sehingga, tak heran jika Moms dan Dads memilih tidur saat puasa di siang hari.
Lalu, bagaimana hukum tidur saat puasa lebih jelasnya? Simak artikel ini hingga akhir, ya.
Hukum dan Penjelasan Hadis Tidur saat Puasa

Akibat dari kurangnya waktu tidur di malam hari, kebanyakan orang akan melanjutkan tidur kembali.
Baik itu tidur saat puasa dari pagi hari hingga siang, atau bahkan sore hari.
Ada juga beberapa orang yang menghabiskan waktunya untuk tidur saat puasa sepanjang hari dan baru terbangun saat berbuka puasa.
Bahkan, karena adanya anggapan bahwa tidur saat puasa Ramadan termasuk ibadah dan mendapat pahala, membuat banyak orang sengaja tidur berlama-lama.
Memang, terdapat hadis yang menyebutkan bahwa tidur termasuk dari ibadah, yakni berbunyi:
صَمْتُ الصَّائِمِ تَسْبِيْحٌ, وَنَوْمُهُ عِبَادَةٌ ,وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ , وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ
Artinya: "Diamnya orang yang puasa adalah tasbih, tidurnya adalah ibadah, doanya mustajab dan amalnya dilipatgandakan."
Hadis tersebut diriwayatkan oleh Al Baihaqi di Syu’abul Iman (3/1437).
Namun, dilansir dari Muslimah.or.id, hadis yang menjelaskan tentang tidur saat puasa adalah ibadah tersebut termasuk dalam hadis yang derajatnya sangat lemah.
Mengutip dari NU Online, para ulama sepakat jika tidur saat puasa lalu tidur lagi di seluruh waktu siang, maka puasanya tetap sah.
Hal ini sesuai dengan bunyi hadis di bawah ini:
وَاَجْمَعُوا عَلَى اَنَّهُ لَوْ اسْتَيْقَظَ لَحْظَةً مِنَ النَّهَارِ وَنَامَ بَاقِيهِ صَحَّ صَوْمُهُ
Artinya: “Dan mereka (para ulama) telah bersepakat bahwa apabila seorang yang berpuasa bangun sebentar dari tidur di siang hari, kemudian tidur lagi, maka sah puasanya,”
(Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majemuk Syarhul Muhadzdzab, juz VI, halaman 384).
Dampak Tidur Berlebihan saat Puasa

Terlepas sah atau dibolehkan tidur saat puasa, Moms tidak boleh melakukan ini secara terus menerus, ya.
Waktu yang terlalu lama dihabiskan untuk tidur saat puasa, dapat memberikan dampak negatif bagi yang mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun dampaknya yakni membuat seseorang menjadi malas dan memilih menghabiskan waktu berpuasa dengan tidur tanpa beribadah.
Sebagian orang menganggap sudah dapat pahala dari tidurnya dan telah terhitung sebagai ibadah.
Sebenarnya, tidur selama bulan Ramadan tidak membatalkan puasa seperti yang dijelaskan hadis sebelumnya.
Namun, selalu pastikan untuk tetap menjalankan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT, salah satunya salat fardu.
Jangan sampai kebablasan tidur saat puasa, sehingga membuat kewajiban ibadah lainnya menjadi terbengkalai.
Bulan suci Ramadan menjadi waktu yang sangat istimewa, hal ini dikarenakan segala amalan yang dilakukan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Nah, daripada menghabiskan banyak waktu untuk tidur saat puasa, lebih baik melakukan amalan seperti berzikir, membaca Al-Qur'an, salat tarawih, dan lainnya.
Tentunya, kegiatan ini jelas termasuk dalam ibadah dan akan meningkatkan pahala bagi yang menjalankannya.
Tips Mengatur Pola Tidur saat Puasa di Bulan Ramadan

Pola tidur yang terganggu tentunya akan mempengaruhi kualitas tubuh seseorang.
Dilansir dari Cleveland Clinic Abu Dhabi, kurang tidur dapat menyebabkan sakit kepala, perubahan suasana hati, masalah kognitif, dan berat badan bertambah.
Untuk itu, simak beberapa tips dalam mengatur pola tidur yang baik diaplikasikan selama bulan Ramadan berikut ini.
1. Tidur pada Waktu yang Tepat
Daripada tidur di siang hari, sebaiknya tetap menjaga waktu tidur sekitar minimal 4 jam setiap malam sebelum sahur.
Kemudian, lanjutkan tidur kembali setelah selesai sahur dan salat subuh selama beberapa jam.
Lakukan pola tidur tersebut secara konsisten agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup dalam menjalani aktivitas harian.
2. Memperhatikan Makanan dan Minuman yang Dikonsumsi
Hindari mengonsumsi makanan berat, berlemak, atau manis yang berlebih saat berbuka puasa atau saat menjelang tidur.
Diketahui, makanan atau minuman ini karena dapat menyebabkan tubuh bekerja lembur untuk mencerna makanan.
Mengonsumsi makanan yang sangat pedas juga dapat mengganggu kualitas tidur karena dapat menyebabkan rasa mulas pada perut.
3. Membuat Lingkungan Tidur Nyaman
Ruang yang tenang dan gelap sangat ideal untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.
Hindari menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, dan TV menjelang waktu tidur.
Berdasarkan penelitian di Journal of Psychiatric Research, menunjukkan bahwa cahaya biru dari layar dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.
4. Lakukan Olahraga Ringan
Berolahraga secara rutin juga bisa membantu menjaga kualitas tidur selama Ramadan.
Dalam hal ini, Moms atu Dads dapat melakukan olahraga ringan sebelum berbuka puasa atau setelah salat Tarawih untuk membantu tubuh lebih bugar dan tidur lebih nyenyak di malam hari.
Namun, hindari olahraga berat yang dapat menyebabkan kelelahan berlebihan.
Pilihan olahraga ringan yang cocok selama puasa antara lain jalan kaki, yoga, pilates, atau jogging dengan intensitas rendah.
5. Hindari Merokok di Malam Hari
Dalam Journal of Sleep Health, disebutkan bahwa merokok berhubungan dengan peningkatan keparahan insomnia dan berkurangnya durasi tidur, terutama bagi mereka yang merokok pada malam hari.
Oleh karena itu, sebaiknya hindari merokok setelah berbuka agar lebih mudah tidur di malam hari.
Contoh Amalan di Bulan Puasa selain Tidur

Meski tidur dianggap sebagai salah satu ibadah di bulan Ramadan, terdapat ragam amalan di bulan puasa lainnya yang bisa Moms lakukan.
Daripada menghabiskan waktu hanya untuk berlama-lama tidur, mari simak beberapa amalan selama puasa untuk mendapatkan pahala berikut ini.
1. Menjauhi Dusta
Sudah menjadi rahasia umum bahwa berbohong selama bulan puasa maka tidak akan menerima pahala.
Hal tersebut diungkapkan dalam hadis:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Artinya: "Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dengan ia meninggalkan makan dan minumnya," (HR. Bukhari).
2. Bersedekah
Bersedekah dalam bulan Ramadan tentunya juga membawa manfaat dan pahala bagi yang melakukannya.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ
Artinya: "Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dan saat beliau paling dermawan adalah di bulan Ramadan ketika malaikat Jibril menemui beliau.
Malaikat Jibril senantiasa menemui beliau pada setiap malam dalam bulan Ramadan untuk saling mempelajari Al-Qur'an.
Pada saat itu Rasulullah lebih dermawan dalam melakukan amal kebajikan melebihi (cepat dan luasnya) hembusan angin," (HR. Bukhari).
3. Membaca Al-Qur'an
Al-Qur'an merupakan tuntunan setiap umat Islam yang diturunkan di bulan Ramadan.
Membacanya merupakan salah satu amalan yang baik dilakukan selama bulan Ramadan dan juga di bulan lainnya.
Rasulullah SAW bersabda:
الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ
Artinya: "Orang yang membaca Al-Qur'an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat;
sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala," (Hadis Muttafaq ‘Alaih).
Baca Juga: Membayar Fidiah: Cara, Besaran, Niat, dan Waktu Pembayaran
Itulah hukum tentang tidur saat puasa yang wajib Moms dan Dads ketahui.
Tidak ada salahnya memberi tubuh istirahat sejenak, jika memang merasa jam tidur cukup terganggu dan berdampak pada kondisi badan.
Akan tetapi, jangan juga berlebihan melakukan tidur saat puasa.
Ingat, karena yang terpenting adalah melakukan ibadah yang dapat membuat Ramadan menjadi lebih berkah, ya.
- https://muslimah.or.id/316-tidur-saat-puasa.html
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5703049/#:~:text=The%20use%20of%20light%2Demitting,melatonin%20and%20causing%20neurophysiologic%20arousal.
- https://www.clevelandclinicabudhabi.ae/en/health-byte/pages/how-to-sleep-better-in-ramadan.aspx
- https://www.sleepstation.org.uk/articles/seasonal/sleep-and-ramadan/
- https://dalamislam.com/info-islami/amalan-saat-puasa-ramadhan
- https://almanhaj.or.id/610-orang-yang-mahir-membaca-al-quran-bersama-para-malaikat-yang-mulia.html
Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.
Baca selanjutnya
Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan
Copyright © 2025 Orami. All rights reserved.