21 November 2024

Fakta tentang Babbling dan Ciri Keterlambatan Bicara!

Tonggak perkembangan bicara anak
placeholder
Artikel ditulis oleh Gea Yustika
Disunting oleh Gea Yustika

Babbling adalah salah satu tonggak penting dalam perkembangan bicara anak yang perlu Moms ketahui.

Pada usia 6 hingga 7 bulan, bayi mulai mengoceh dengan menghasilkan vokal dan menggabungkannya dengan konsonan.

Di tahap ini, mereka dapat membuat suku kata tunggal, meskipun sering kali mengulang ocehan yang sama, seperti "dada" atau "baba," bahkan dalam rantai kata yang lebih panjang seperti "da-da-da."

Whatsapp channel

Join Whatsapp Channel Orami untuk dapat info terupdate!

Proses ini menunjukkan perkembangan kemampuan berbicara yang signifikan.

Yuk, simak artikel ini hingga akhir untuk mengetahui lebih banyak tentang pentingnya babbling dan bagaimana Moms dapat mendukung perkembangan bicara Si Kecil!

Baca Juga: 17 Fakta Bayi Baru Lahir yang Harus Moms Ketahui

Apa yang Dimaksud dengan Babbling?

Ilustrasi Balita
Foto: Ilustrasi Balita (istockphoto)

Mengoceh adalah langkah awal yang penting dalam perkembangan bicara anak, di mana bayi mulai menggabungkan suara konsonan dan vokal menjadi suku kata tunggal, seperti "pa" atau "ba".

Seiring berjalannya waktu, ocehan Si Kecil akan semakin kompleks, dengan rangkaian suara seperti "a-ga", "a-da", atau bahkan "ba-da" dan "ba-ba-ba-ba".

Meskipun mengoceh bisa terdengar lucu dan menggemaskan, perlu diingat bahwa otak bayi memerlukan waktu beberapa bulan untuk benar-benar mengasosiasikan suara-suara tersebut dengan makna, seperti menghubungkan "ma-ma" dengan ibu.

Bersabarlah, karena ini adalah langkah pertama menuju pengembangan bahasa yang lebih lanjut!

Kapan Bayi Mulai Babbling?

Sebagian besar bayi mulai mengoceh pada usianya 4 bulan.

Si Kecil akan terus mengembangkan repertoar suaranya selama beberapa bulan berikutnya.

Meskipun waktu babbling pada masing-masing bayi mungkin berbeda, berikut ini acuan umumnya pada Si Kecil:

  • Pada usia 2 bulan. Si Kecil sudah bisa tertawa cekikikan.
  • Pada usia 4 bulan. Si Kecil mulai mengoceh tidak jelas.
  • Pada usia 6 bulan. Si Kecil bisa merangkai vokal, seperti "ah" dan "oh", serta mulai mengucapkan bunyi konsonan.
  • Pada usia 9 bulan. Si Kecil membuat banyak suara yang berbeda, seperti "da-da-da".
  • Pada usia 12 bulan. Si Kecil memiliki beberapa kata dasar pertama dan membuat suara dengan perubahan nada.
  • Pada usia 18 bulan. Si Kecil bisa mengatakan beberapa kata

Baca Juga: Perkembangan Bayi 19 Bulan, Lengkap dengan Stimulasi!

Ciri Keterlambatan Babbling pada Si Kecil

Ilustrasi Anak Babbling dengan Orang Tua (Parenting.firstcry.com)
Foto: Ilustrasi Anak Babbling dengan Orang Tua (Parenting.firstcry.com)

Dilansir dari Psychology Research and Reference, keterlambatan babbling terjadi pada anak dengan kondisi medis atau gangguan perkembangan.

Bayi yang telah menjalani prosedur trakeostomi biasanya tidak dapat mengoceh dan menunjukkan kelainan permanen jika pernapasan mereka tidak pulih pada tahun kedua kehidupan.

Beberapa bayi mungkin tidak dapat menghasilkan babbling karena gangguan yang mempengaruhi sistem kontrol motorik.

Gangguan ini disebut apraksia. Bayi dengan apraksia parah mungkin tidak bisa mengoceh atau terlambat mengeluarkan kata pertama.

Mereka mungkin mencoba untuk berkomunikasi dengan menunjuk dan mendengus.

Bentuk apraksia yang dalam intensitas rendah dapat ditandai dengan keterlambatan dalam mengucapkan kata pertama.

Keterlambatan babbling juga bisa terjadi pada anak penderita autisme.

Autisme adalah gangguan yang ditandai perkembangan sosial yang tidak normal.

Autisme biasanya disertai keterlambatan perkembangan bahasa dan keterbelakangan mental.

Dalam intensitas parah, penderita mungkin tidak dapat berbicara sama sekali, karena kelainan dalam perkembangan saluran vokal, langit-langit mulut, dan lidah.

Baca Juga: Anak Bicara Kasar, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Membantu Bayi Babbling?

Balita Babbling (Orami Photo Stock)
Foto: Balita Babbling (Orami Photo Stock)

Cara terbaik meningkatkan kemampuan bahasa bayi adalah banyak berbicara dengannya.

Ini akan membantu membangun keterampilan bahasa reseptifnya (kemampuan memahami apa yang dia dengar) dan keterampilan bahasa ekspresifnya (kemampuan mengucapkan kata-kata).

Bayi mengembangkan keterampilan komunikasi lebih cepat ketika bereaksi terhadap ocehan mereka dengan isyarat bahasa yang mendukung.

Misalnya, Si Kecil menghubungkan suara "ba-ba-ba" ke bola hijaunya.

Nah, kita bisa menanggapinya seolah-olah mengerti apa yang sebenarnya Si Kecil katakan tentang bola hijaunya.

Berikut ini beberapa cara lainnya untuk mendorong kemampuan babbling pada Si Kecil:

1. Menirukan Si Kecil

Jika Si Kecil berucap "da-da-da", kita bisa mengikutinya.

Si Kecil biasanya akan mendengarkan dan meniru suara yang Moms ucapkan.

Kemudian, tiru kembali ucapan Si Kecil.

Pengulangan mungkin tampak konyol, tetapi terasa menyenangkan bagi bayi.

Cara ini bukan hanya mendorong latihan vokalisasinya, tetapi juga mengajari bahwa hal tersebut menjadi cara berkomunikasi.

2. Melakukan Kontak Mata

Saat bayi mengoceh, tatap matanya, tersenyum, dan tanggapi ucapannya.

Hal tersebut menunjukkan kepada Si Kecil bagaimana cara melakukan komunikasi.

3. Banyak Bercerita

Langkah ini dapat dilakukan dengan membaca buku bersama.

Kita bisa memilih buku dengan gambar berwarna-warni untuk menarik perhatian Si Kecil.

4. Mengajukan Banyak Pertanyaan

Meskipun Si Kecil belum mengerti apa yang Moms katakan.

Pertanyaan yang diajukan pasti akan dijawab.

Mereka akan menatap wajah sembari menjawab dengan kata-kata yang ia bisa.

Anak terkadang akan merespon dengan teriakan, senyuman, atau ocehan panjang.

5. Menyanyikan Lagu

Ilustrasi Balita dan Orang Tua
Foto: Ilustrasi Balita dan Orang Tua (iStockphoto.com)

Menyanyikan lagu anak-anak yang dibarengi dengan gerakan dan mimik muka lucu akan menghibur Si Kecil.

Si Kecil akan menanggapinya dengan ocehan dan ekspresi yang menggemaskan.

Menyanyikan lagu untuk bayi bukan hanya menunjang perkembangan bicaranya saja, tetapi juga memiliki manfaat, seperti:

  • Meningkatkan perkembangan otak
  • Membantu bayi memahami waktu
  • Meningkatkan kedekatan hubungan orang tua dan anak
  • Memperkenalkan kata-kata baru
  • Membantu bayi mengenali dirinya
  • Menenangkan bayi saat rewel
  • Memberikan waktu bermain
  • Membuat bayi merasa disayang

Baca Juga: Penyebab Bayi Memasukkan Kaki ke Mulut, Tak Perlu Cemas!

Itulah sejumlah fakta tentang babbling dan ciri keterlambatannya pada Si Kecil.

Babbling menjadi tahapan perkembangan bicara pada bayi.

Hal tersebut juga menjadi indikator bayi yang sehat.

Jika Si Kecil memiliki gangguan kesehatan yang berdampak pada perkembangan bicaranya, jangan ragu periksa ke dokter!

Penanganan yang tepat mampu meminimalisir gangguan yang terjadi di kemudian hari.

  • https://study.com/academy/lesson/babbling-stage-in-babies-definition-lesson-quiz.html
  • http://beforefirstwords.upf.edu/precursors-of-language/early-babbling/
  • https://www.whattoexpect.com/first-year/babbling/
  • http://psychology.iresearchnet.com/developmental-psychology/language-development/babbling/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2025 Orami. All rights reserved.