Henoch Schonlein Purpura: Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengatasinya
Nama henoch schonlein purpura mungkin masih asing di telinga, tetapi penyakit ini perlu diwaspadai lho, Moms.
Ini adalah kondisi ketika pembuluh darah kecil mengalami peradangan dan kebocoran, sehingga menimbulkan ruam pada kulit.
Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak.
Menurut studi pada 2014 di jurnal Canadian Family Physician, henoch schonlein purpura memengaruhi 8-20 dari 100.000 anak per tahunnya.
Pada kebanyakan kasus, penyakit ini terjadi pada anak usia 3-8 tahun, dan lebih sering menyerang anak laki-laki ketimbang perempuan.
Meski begitu, penyakit ini tetap dapat terjadi pada orang dewasa.
Baca juga: Cara Tepat Mengatasi Ruam Popok Bayi, Coba Yuk Moms!
Ruam khas dari penyakit ini muncul sebagai titik merah kecil pada kulit, biasanya di kaki dan bokong.
Ruam tersebut dapat berubah dari merah menjadi ungu, dan kemudian menjadi coklat, sebelum memudar selama 10 hari berikutnya.
Gejala penyerta lainnya dapat mencakup sakit perut, mual dan muntah, radang sendi, dan darah dalam urine.
Kerusakan ginjal adalah komplikasi jangka panjang yang paling umum dan paling serius.
Gejala Henoch Schonlein Purpura
Gejala henoch schonlein purpura pada setiap penderitanya bisa bervariasi. Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa penyakit ini dapat memengaruhi fungsi ginjal seiring waktu.
Beberapa gejala henoch schonlein purpura yang perlu diketahui adalah:
1. Ruam Merah pada Kulit
Foto: dermatologyadvisor.com
Pembuluh darah yang bocor di kulit dapat menyebabkan timbulnya ruam. Umumnya, ruam muncul sebagai titik merah atau ungu kecil yang mulai menyerupai memar dari waktu ke waktu.
Ruam biasanya muncul di kulit bagian kaki, lengan, atau bokong. Kemudian, dapat menyebar ke dada, punggung dan wajah.
Ruam tersebut bisa jadi tidak berubah, menjadi lebih ringan, atau hilang saat ditekan.
2. Masalah Pencernaan
Foto: Orami Photo Stock
Henoch schonlein purpura dapat menyebabkan penderitanya mengalami muntah dan sakit perut, serta adanya darah dalam tinja.
Kram dan nyeri perut biasanya terasa lebih buruk di malam hari.
3. Nyeri Sendi
Foto: Orami Photo Stock
Gejala lain yang bisa dialami adalah nyeri dan pembengkakan pada sendi. Terutama sendi lutut dan pergelangan kaki.
Namun, pada beberapa kondisi juga bisa terjadi pada sendi siku dan pergelangan tangan.
4. Masalah Ginjal
Foto: Orami Photo Stock
Adanya darah dalam urine merupakan indikasi bahwa henoch schonlein purpura telah memengaruhi ginjal.
Protein dalam urine atau tekanan darah tinggi juga dapat menunjukkan masalah ginjal yang lebih parah.
Baca juga: Penyakit Albuminuria, Kondisi Ginjal Bocor yang Harus Diwaspadai!
5. Sakit Kepala
Foto: Orami Photo Stock
Henoch schonlein purpura dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Ini menyebabkan munculnya beberapa gejala terkait saraf seperti sakit kepala dan kejang.
Hal ini juga dapat memengaruhi kemampuan otak untuk mengumpulkan dan menafsirkan informasi.
Kemungkinan Penyebab Henoch Schonlein Purpura
Foto: Orami Photo Stock
Penyebab pasti dari henoch schonlein purpura sebenarnya tidak diketahui dengan jelas hingga kini. Namun, para ahli menduga kondisi ini merupakan penyakit autoimun.
Artinya, sistem kekebalan tubuh merespons secara abnormal terhadap infeksi atau reaksi alergi yang ekstrem. Pada beberapa kasus, penyakit ini juga bisa terjadi karena faktor genetik.
Beberapa hal yang kemungkinan jadi penyabab henoch schonlein purpura adalah:
- Antibodi secara keliru menyerang pembuluh darah, yang menyebabkan peradangan, kebocoran, dan ruam pada kulit
- Reaksi alergi yang ekstrem terhadap makanan tertentu
- Penyakit ini dapat terjadi pada orang-orang dalam keluarga yang sama, termasuk pada anak kembar
- Obat-obatan tertentu, bakteri, gigitan serangga, infeksi virus, makanan, cuaca dingin, dan trauma juga bisa menjadi penyebab
Sebuah laporan pada 2017 di American Journal of Case Reports menemukan, henoch schonlein purpura dapat terjadi setelah seseorang mengalami infeksi rotavirus.
Para ahli menduga infeksi gastrointestinal menjadi pemicu umum untuk henoch schonlein purpura.
Laporan kasus tersebut menunjukkan bahwa rotavirus mungkin menjadi bagian dari spektrum. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikannya.
Baca juga: 9 Cara Menurunkan Kreatinin Agar Ginjal Tetap Sehat
Pemeriksaan untuk Diagnosis
Foto: Orami Photo Stock
Sebenarnya, tidak ada tes yang dapat diandalkan untuk mendiagnosis henoch schonlein purpura dengan pasti.
Dokter biasanya akan mencari kombinasi gejala yang secara kolektif mengarah ke diagnosis penyakit ini.
Misalnya, kombinasi gejala seperti ruam, sakit perut, dan radang sendi, biasanya menunjukkan indikasi henoch schonlein purpura.
Diagnosis bahkan lebih mungkin jika ada deposit antibodi pada kulit.
Selain itu, adanya darah atau protein dalam urine biasanya menunjukkan masalah ginjal. Kondisi ini dapat menunjukkan adanya henoch schonlein purpura jika ruam juga muncul.
Bila dokter mencurigai penyakit ini, prosedur pemeriksaan dan tes yang dapat dilakukan untuk membantu memastikan diagnosis adalah:
- Biopsi kulit dimana jaringan kulit dikumpulkan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium
- Pengambilan sampel jaringan ginjal dengan biopsi
- Mengambil sampel urine untuk dianalisis, apakah ada darah (hematuria) atau protein (proteinuria)
Baca juga: 7 Manfaat Inulin bagi Kesehatan, Baik untuk Pencernaan dan Jantung
Penanganan untuk Henoch Schonlein Purpura
Foto: Orami Photo Stock
Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk menyembuhkan henoch schonlein purpura.
Pada kebanyakan kasus, penyakit ini bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun. Namun, bisa juga tidak.
1. Obat-obatan
Dokter biasanya hanya akan memberi obat untuk mengatasi gejala, seperti nyeri sendi, sakit perut, atau pembengkakan yang dialami.
Gejala nyeri awalnya dapat dikelola dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
Dalam beberapa kasus, obat steroid resep dapat membantu mengurangi pembengkakan jaringan lunak. Jika ginjal sangat terpengaruh, maka obat imunosupresif dapat diresepkan.
Pada kasus yang jarang terjadi, rawat inap mungkin diperlukan. Terutama jika penderita henoch schonlein purpura mengalami:
- Sakit perut parah
- Perdarahan dari saluran pencernaan
- Masalah ginjal
2. Penanganan Alergi
Jika alergi diduga menjadi penyebab henoch schonlein purpura, dokter biasanya akan menyarankan penderita untuk menghindari makanan atau obat yang berpotensi memicu.
Jika ada infeksi streptokokus, maka dokter dapat meresepkan antibiotik.
3. Cuci Darah
Penderita henoch schonlein purpura yang mengalami penyakit ginjal tingkat lanjut dan gagal ginjal dapat menjalani cuci darah atau hemodialisis.
Prosedur ini bertujuan untuk menggantikan fungsi ginjal dalam membersihkan produk limbah dari darah.
Pada kasus yang parah, tetapi jarang terjadi, transplantasi ginjal bisa saja diperlukan.
Hal ini biasanya dilakukan jika ginjal mengalami kerusakan parah dan tidak bisa menjalankan fungsinya lagi.
Baca juga: Huntington, Penyakit Langka yang Menyerang Otak
Demikian pembahasan mengenai henoch schonlein purpura. Dapat diketahui bahwa penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan komplikasi serius yaitu kerusakan ginjal.
Kebanyakan orang bisa sembuh total setelah mengalami henoch schonlein purpura. Namun, pada beberapa kasus, penyakit ini juga bisa mengalami kekambuhan.
Selain itu, ibu hamil dengan riwayat henoch schonlein purpura lebih mungkin mengalami tekanan darah tinggi dan protein dalam urine atau proteinuria.
Jadi, penting untuk mewaspadai gejala penyakit ini dan segera memeriksakan diri jika mengalaminya.
Dengan penanganan dan pemantauan dari dokter, risiko komplikasi serius bisa diminimalisir.
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4229160/
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5310226/
- https://www.medicalnewstoday.com/articles/318948
- https://rarediseases.org/rare-diseases/henoch-schonlein-purpura/
Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.
Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan
Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.