20 March 2025

Benarkah Merokok Menyebabkan Mandul? Intip yuk, Moms!

Untuk mendapatkan kehamilan yang sehat, tubuh Moms juga harus sehat tanpa rokok
placeholder
Artikel ditulis oleh Gifari Zakawali
Disunting oleh Widya Citra Andini

Intinya Nih, Moms

  • Merokok & Kesuburan – Rokok menurunkan kualitas sperma, menghambat ovulasi, dan meningkatkan risiko infertilitas.
  • Zat Beracun – Kandungan seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida berdampak buruk pada sistem reproduksi.
  • Dampak pada Wanita – Mempercepat menopause, menurunkan kualitas sel telur, menghambat IVF, dan meningkatkan risiko keguguran.
  • Dampak pada Pria – Mengurangi jumlah sperma, meningkatkan risiko keguguran pada pasangan, dan menyebabkan disfungsi ereksi.
  • Perokok Pasif – Terpapar asap rokok juga bisa mengganggu kesuburan. Berhenti merokok meningkatkan peluang kehamilan.

Benarkah merokok menyebabkan mandul, Moms?

Merokok bukan hanya merugikan kesehatan secara umum, tetapi juga dapat berdampak serius pada kesuburan, baik pada pria maupun wanita.

Kandungan zat berbahaya dalam rokok, seperti nikotin dan tar, dapat mengganggu produksi serta kualitas sperma pada pria, sementara pada wanita, rokok dapat menghambat ovulasi dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Whatsapp channel

Join Whatsapp Channel Orami untuk dapat info terupdate!

Efek ini tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga oleh perokok pasif yang terpapar asap rokok dalam jangka panjang.

Kandungan Rokok yang Berbahaya Bagi Tubuh

Kandungan Rokok
Foto: Kandungan Rokok (Istockphoto.com)

Melansir dari laman NHS Inform, berikut kandungan rokok yang berdampak buruk bagi kesehatan:

  • Tar: Zat lengket berwarna coklat ini menumpuk di paru-paru dan mengandung berbagai bahan kimia penyebab kanker. Tar dapat merusak saluran pernapasan, mengganggu kemampuan paru-paru dalam membersihkan racun, serta meningkatkan risiko penyakit paru-paru.
  • Karbon Monoksida: Gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau ini menghambat kemampuan darah dalam membawa oksigen.
  • Formaldehida: Dikategorikan sebagai zat karsinogen, formaldehida dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.
  • Benzena: Senyawa beracun ini berbahaya bagi sumsum tulang dan dapat meningkatkan risiko leukemia.
  • Kadmium: Logam berat yang ditemukan dalam asap rokok ini berkontribusi terhadap kerusakan sel pembuluh darah, meningkatkan risiko kanker paru-paru, serta berperan dalam perkembangan penyakit jantung.
  • Nikotin: Meskipun paling dikenal karena sifat adiktifnya, nikotin juga dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
  • Hidrogen Sianida: Gas beracun ini dapat mengganggu fungsi pernapasan dan berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan kebiasaan merokok.

Benarkah Merokok Menyebabkan Mandul?

Benarkah Merokok Menyebabkan Mandul
Foto: Benarkah Merokok Menyebabkan Mandul (Orami Photo Stock)

Merokok terbukti berdampak negatif pada kesuburan, baik pada pria maupun wanita.

Kandungan bahan kimia dalam rokok dapat merusak sistem reproduksi, meningkatkan risiko infertilitas, dan menghambat keberhasilan kehamilan.

Dampak buruk merokok di antaranya:

1. Peningkatan Infertilitas

Melansir dari Reproductive Facts, wanita yang merokok memiliki risiko infertilitas hampir dua kali lipat dibandingkan dengan non-perokok.

Dampaknya tidak hanya terjadi pada kehamilan pertama, tetapi juga pada upaya kehamilan berikutnya.

2. Kehamilan yang Tertunda

Menurut studi berjudul Tobacco or Marijuana Use and Infertility: a Committee Opinion pada tahun 2023, perokok cenderung mengalami keterlambatan dalam proses kehamilan.

Studi menunjukkan bahwa mereka lebih rentan mengalami penundaan konsepsi lebih dari 12 bulan dibandingkan wanita yang tidak merokok.

3. Gangguan Fungsi Ovarium

ADVERTISEMENT

hijack-massilia

Merokok dapat mempercepat hilangnya cadangan ovarium, menyebabkan menopause lebih dini (1 hingga 4 tahun lebih cepat) dan menurunkan kualitas sel telur.

Bahan kimia dalam asap rokok juga memengaruhi kadar hormon, sehingga jumlah telur yang layak dibuahi menjadi lebih sedikit, seperti dilansir dari jurnal A Narrative Review on the Impact of Smoking on Female Fertility.

4. Hambatan dalam Fertilisasi In Vitro (IVF)

Wanita perokok biasanya memerlukan lebih banyak obat perangsang ovarium selama perawatan IVF.

Selain itu, tingkat keberhasilan IVF mereka sekitar 30% lebih rendah dibandingkan dengan non-perokok, dilansir dari Reproductive Facts.

5. Risiko Keguguran

Paparan zat beracun dalam rokok dapat merusak materi genetik dalam sel telur, yang meningkatkan risiko keguguran dan kelainan bawaan pada janin.

6. Penurunan Kualitas Sperma

Melansir dari laman Reproductive Facts, merokok dapat menurunkan jumlah, pergerakan, dan kualitas sperma.

Meskipun dampaknya terhadap kesuburan pria tidak selalu langsung terlihat, penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki parameter sperma yang lebih buruk serta meningkatkan risiko keguguran pada pasangan.

7. Disfungsi Ereksi

Kandungan nikotin dalam rokok dapat mengganggu aliran darah ke organ reproduksi, meningkatkan risiko disfungsi ereksi, dan membuat upaya pembuahan menjadi lebih sulit.

Dampak Bagi Perokok Pasif

Dampak Bagi Perokok Pasif
Foto: Dampak Bagi Perokok Pasif (Freepik.com/nensuria)

Non-perokok yang sering terpapar asap rokok juga berisiko mengalami gangguan kesuburan.

Paparan asap tembakau secara teratur dapat memberikan dampak buruk yang serupa dengan merokok aktif, termasuk peningkatan risiko masalah reproduksi.

Kesimpulannya, merokok berdampak negatif pada kesuburan pria dan wanita, membuat proses kehamilan menjadi lebih sulit serta meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan.

Berhenti merokok adalah langkah penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dan memperbesar peluang keberhasilan pembuahan.

Yuk, mulai gaya hidup yang lebih sehat dengan menghindari rokok!

  • https://www.nhsinform.scot/healthy-living/stopping-smoking/reasons-to-stop/tobacco/
  • https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/fact-sheets-and-infographics/smoking-and-infertility/
  • https://www.asrm.org/practice-guidance/practice-committee-documents/tobacco-or-marijuana-use/
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11097250/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


ADVERTISEMENT

advertisement

FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2025 Orami. All rights reserved.