07 February 2025

4 Manfaat Daun Waru untuk Kesehatan, Sudah Tahu Moms?

Salah satunya memiliki sifat analgesik untuk meredakan nyeri
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita Putri
Disunting oleh Widya Citra Andini

Daun waru adalah salah satu tanaman herbal yang tumbuh subur di Indonesia dan telah banyak dimanfaatkan untuk pengobatan alternatif. Yuk, simak apa saja manfaat daun waru berikut ini!

Kandungan Gizi Daun Waru

Daun Waru
Foto: Daun Waru (Mashatel.me)

Tanaman waru atau yang disebut juga Hibiscus tiliaceus adalah tanaman herbal yang termasuk suku kapas-kapasan yang banyak digunakan sebagai pohon peneduh di tepi jalan.

Ini karena akar pohon ini tidak akan merusak jalan dan bangunan sekitarnya.

Whatsapp channel

Join Whatsapp Channel Orami untuk dapat info terupdate!

Selain itu, tanaman ini juga bisa tumbuh hingga 15 meter dan kerap disebut sebagai Dadap Laut atau Waru Laut pada daerah lain di Indonesia.

Tanaman ini tercatat sebagai salah satu tumbuhan asli dari daerah tropis di Pasifik Barat.

Namun, saat ini telah tersebar luas di seluruh wilayah Pasifik dan juga dikenal dengan berbagai nama, seperti hau (Hawaii), purau (Tahiti), beach Hibiscus, Tewalpin, Sea Hibiscus, maupun Coastal Cottonwood.

Hampir semua bagian pohon waru bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomis.

Daunnya, misalnya, memiliki kandungan fitokimia yang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia.

Daun waru juga mengandung senyawa saponin dan flavonoid, ia juga setidaknya mengandung lima senyawa fenol di dalamnya.

Selain itu, daun ini juga memiliki bahan kimia lain, mulai dari alkaloida, asam amino, karbohidrat, asam organik, asam lemak, saponin, sesquiterpene dan seskuiterpen quinon, steroid, triterpenoid.

Manfaat Daun Waru untuk Kesehatan

Manfaat Daun Waru
Foto: Manfaat Daun Waru (Shutterstock.com)

Berikut ini beberapa manfaat daun waru untuk kesehatan

1. Menjaga Kesehatan Rambut

Mengutip laporan penelitian yang dipublikasikan Institut Pertanian Bogor Press, salah satu manfaat daun waru adalah untuk kesehatan rambut.

Sampo dengan kandungan utama daun ini ternyata terbukti bisa mengurangi kerontokan rambut.

Ada beberapa cara daun waru bisa membuat rambut menjadi sehat, yakni dengan menyuburkan pertumbuhan rambut, mencegah kerontokan, dan mengatasi ketombe.

Manfaat tersebut datang karena kandungan senyawa saponin dan flavonoid.

Saponin diketahui dapat menjadi pembusa alami sekaligus bahan pencuci rambut, sedangkan flavonoid akan membunuh bakteri dan virus.

Kedua senyawa aktif ini memberikan efek kesehatan pada shampo daun waru.

2. Mengatasi Infeksi Bakteri

Manfaat daun waru selanjutnya yakni dapat mengatasi infeksi bakteri.

Dalam Journal of Pharmaciana disebutkan bahwa daun waru mengandung senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid, polifenol, dan tanin, yang telah terbukti memiliki sifat antibakteri.

Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

3. Meredakan Rasa Nyeri (Analgesik)

Tak hanya sampai di situ, manfaat daun waru berikutnya adalah dapat meredakan rasa nyeri akut (misalnya nyeri akibat luka atau cedera) maupun nyeri kronis (misalnya nyeri akibat kondisi inflamasi atau artritis).

Hal ini didukung oleh penelitian Springer Open yang menunjukkan bahwa daun waru mengandung tanin, yang berperan dalam menghambat jalur sinyal yang mengarah pada rasa sakit.

4. Mencegah Kanker

Penelitian IOP Science menunjukkan bahwa ekstrak daun waru dapat menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker.

Apoptosis adalah mekanisme alami tubuh untuk menghilangkan sel-sel yang rusak atau abnormal, termasuk sel kanker.

Dalam studi tersebut, ekstrak daun waru telah terbukti mampu memicu apoptosis pada sel kanker payudara (MCF-7) dalam studi laboratorium.

Hal ini membuat daun waru berpotensi untuk dikembangkan sebagai terapi antikanker alami.

Baca Juga: 4 Manfaat Daun Karet Kebo yang Mengandung Antioksidan

Itulah beberapa potensi manfaat daun waru untuk kesehatan berdasarkan penelitian ilmiah.

Jika ingin menggunakannya sebagai obat tradisional, pastikan untuk dilakukan dengan bijak agar tidak menimbulkan efek samping.

Bila perlu, konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional sehingga lebih aman, Moms.

  • http://www.biotifor.or.id/2013/lb.file/gambar/File/17%20Buku%20Benih%20Unggul%202014/buku%2011%20Waru.pdf
  • https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/teknobuga/article/view/19555
  • http://repository.pimedu.ac.id/id/eprint/401/3/BAB%20II%20TINJAUAN%20PUSTAKA%20PDF.pdf
  • https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/959/1/012022
  • https://journal.uad.ac.id/index.php/PHARMACIANA/article/view/24671
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4967069/
  • https://www.researchgate.net/publication/353293571_STUDY_ON_Hibiscus_tiliaceus_LEAVES_AS_ANTIBACTERIAL_AND_ANTIOXIDANT_AGENTS

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2025 Orami. All rights reserved.