Apakah Penderita Endometriosis Bisa Hamil? Simak Moms!

Daftar isi artikel
Secara medis, penderita endometriosis bisa hamil meskipun diperlukan beberapa tindakan medis.
Menurut Current Obstetrics and Gynecology Reports, endometriosis adalah penyakit remaja dan wanita usia reproduksi yang ditandai dengan adanya jaringan endometrium di luar rongga rahim dan umumnya berhubungan dengan nyeri panggul kronis dan infertilitas.
Kendati dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk hamil, operasi sering kali disarankan untuk membantu penderita endometriosis yang ingin hamil.
Namun, apakah penderita endometriosis harus operasi agar bisa hamil? Simak penjelasannya di sini!
Gejala Endometriosis

Endometriosis dapat ditandai dengan beberapa gejala, yakni:
1. Nyeri Menstruasi Parah (Dismenore)
Melansir dari MSD Manuals, nyeri panggul yang hebat sebelum dan selama menstruasi dapat menjadi tanda endometriosis.
Rasa sakit ini sering kali lebih intens dibandingkan kram menstruasi biasa dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
2. Nyeri Selama atau Setelah Hubungan Seksual (Disparunia)
Beberapa penderita endometriosis mengalami nyeri panggul yang dalam saat berhubungan seksual.
Rasa sakit ini bisa bertahan setelah aktivitas seksual selesai dan memengaruhi kenyamanan serta kualitas hidup.
3. Nyeri Panggul Kronis
Dilansir dari laman Advanced Gynaecology, nyeri panggul yang tidak hanya muncul saat menstruasi, tetapi juga berlangsung sepanjang siklus, bisa menjadi gejala endometriosis.
Rasa sakit ini mungkin konstan atau muncul secara berkala tanpa pola yang jelas.
4. Nyeri saat Buang Air
Pada beberapa kasus, penderita endometriosis mengalami nyeri saat buang air besar atau buang air kecil, terutama selama menstruasi.
Ini bisa terjadi karena adanya jaringan endometrium di sekitar organ pencernaan atau saluran kemih.
5. Pendarahan Menstruasi Berat
Melansir dari laman National Institute of Child Health and Human Development, endometriosis dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang lebih banyak dari biasanya atau bercak darah yang muncul di luar siklus menstruasi normal.
6. Siklus Menstruasi Berkepanjangan
Pada kasus yang lebih parah, endometriosis bisa menyebabkan siklus menstruasi yang lebih lama atau bahkan perdarahan dari lokasi yang tidak biasa, seperti rektum atau kandung kemih.
7. Gangguan Pencernaan
Melansir dari Mayo Clinic, beberapa penderita mengalami masalah pencernaan seperti kembung, sembelit, diare, atau mual yang biasanya memburuk selama menstruasi.
Gejala ini sering kali disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa.
8. Infertilitas atau Kesulitan Hamil
Endometriosis dapat menyebabkan kesulitan dalam hamil dan sering kali ditemukan pada wanita yang mengalami infertilitas.
Jaringan endometriosis dapat mengganggu fungsi normal organ reproduksi, menghambat ovulasi, atau menyebabkan peradangan yang mempersulit kehamilan.
Pengobatan Endometriosis

Health Service Executive menyebutkan bahwa penanganan untuk endometriosis biasanya melibatkan obat-obatan atau operasi.
Jenis penanganan yang dipilih ini tergantung pada seberapa parah gejala yang ditunjukkan.
Biasanya dokter akan merekomendasikan agar pasien mencoba pengobatan konservatif terlebih dahulu, yaitu dengan memberikan obat tertentu.
Sementara operasi dapat dilakukan jika pengobatan awal yang telah dipilih tidak membuahkan hasil atau gagal.
Bagi pasien yang ingin hamil, operasi laparoskopi dapat dilakukan untuk mengangkat endometriosis.
Bahkan tindakan ini telah terbukti dapat meningkatkan peluang kehamilan bagi pasien dengan gejala minimal atau ringan, menurut sebuah studi yang diterbitkan di Facts, View & Vision.
Selain itu, pembedahan juga terbukti dapat mengatasi nyeri hebat pada pasien dengan gejala sedang hingga parah, meskipun endometriosis masih dapat kembali lagi setelah prosedur operasi.
Namun, pembedahan ulang tidak direkomendasikan jika pasien tidak kunjung hamil setelah menjalani operasi.
Apakah Penderita Endometriosis Bisa Hamil?

Sebagian besar individu dengan endometriosis ringan hingga sedang (stadium I-II) masih dapat hamil secara alami.
Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 70% penderita endometriosis ringan dapat mencapai kehamilan tanpa perlu intervensi medis.
Sementara itu, pada kasus endometriosis yang lebih parah (stadium III-IV), tantangan dalam kesuburan lebih sering terjadi.
Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan anatomi panggul, penyumbatan saluran tuba, peradangan, serta penurunan kualitas sel telur, seperti dilansir dari Ob-Gyn Associates.
Tingkat keberhasilan pembuahan per bulan pada kasus endometriosis parah diperkirakan hanya sekitar 2-10%, jauh lebih rendah dibandingkan individu sehat yang memiliki tingkat pembuahan sekitar 15-20%.
Memang tidak semua penderita endometriosis harus operasi agar bisa hamil, tetapi setidaknya harus ditangani sesuai dengan saran dokter.
Pasalnya, endometriosis yang tidak ditangani bukan hanya akan menyebabkan rasa sakit luar biasa tetapi juga memicu terbentuknya jaringan parut dan kista, yang kemudian menyebabkan infertilitas.
Sebuah studi di Journal of Minimally Invasive Gynecology menyebutkan bahwa wanita dengan endometriosis yang tidak diobati cenderung 2,66 kali lebih berisiko untuk mengalami kehamilan ektopik (hamil di luar rahim).
Cara Meningkatkan Peluang Kehamilan dengan Endometriosis
Selain menyebabkan nyeri haid yang kronis, sekitar 50 persen wanita penderita endometriosis juga mengalami infertilitas, yang disebabkan oleh beberapa hal:
- Kerusakan atau perlekatan tuba dengan organ di sekitarnya sehingga terjadi obstruksi (tersumbat) atau distorsi tuba.
- Kista endometriosis akan menyebabkan gangguan perkembangan sel telur dan gangguan dalam proses ovulasi.
- Adanya proses inflamasi yang menyebabkan gangguan dalam penempelan janin pada dinding rahim.
- Proses inflamasi juga diperkirakan mengganggu sperma dalam perjalanannya menuju ke sel telur.
“Untuk meningkatkan peluang kehamilan, penderita endometriosis sebaiknya sesegera mungkin melakukan program hamil,” ujar dr. Gita Pratama, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi dan Reproduksi RS Pondok Indah – Pondok Indah.
Menurut dr. Gita, perjalanan penyakit endometriosis dikenal progresif sehingga sedapat mungkin program hamil dilakukan sedini mungkin.
Pada pasien endometriosis dengan derajat minimal atau ringan seringkali kehamilan dapat terjadi secara spontan tanpa pengobatan apapun.
Namun, pada pasien dengan endometriosis derajat sedang dan berat sebaiknya melakukan program hamil dengan inseminasi atau bayi tabung untuk meningkatkan keberhasilan kehamilan.
Itulah penjelasan seputar endomtriosis dan peluang kehamilannya. Pastikan Moms berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan dan mendapatkan penanganan yang tepat.
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5737931/
- https://www.msdmanuals.com/professional/gynecology-and-obstetrics/endometriosis/endometriosis
- https://www.advancedgynaecologymelbourne.com.au/endometriosis/symptoms
- https://www.nichd.nih.gov/health/topics/endometri/conditioninfo/symptoms
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometriosis/symptoms-causes/syc-20354656
- https://www2.hse.ie/conditions/endometriosis/treatment/
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4498168/
- https://www.obgynassociatesmarietta.com/blog/can-i-get-pregnant-if-i-have-endometriosis
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/31546066
Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.
Baca selanjutnya
Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan
Copyright © 2025 Orami. All rights reserved.