30 January 2025

8 Penyebab Bercak Putih di Wajah Bayi, Apakah Bahaya?

Ketahui cara mengatasinya juga, Moms
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita Putri
Disunting oleh Aprillia

Perubahan warna kulit pada bayi bisa saja terjadi, terutama di wajah. Ada yang muncul bercak merah, maupun bercak putih di wajah bayi.

Terkadang, bintik-bintik ini dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Moms harus tahu bahwa bercak putih di wajah bayi seperti panu adalah masalah umum yang sering terjadi pada anak-anak.

Whatsapp channel

Join Whatsapp Channel Orami untuk dapat info terupdate!

Kita tidak perlu khawatir, karena bercak ini dapat dihilangkan dengan mudah.

Penyebab Bercak Putih di Wajah Bayi

Wajah Bayi
Foto: Wajah Bayi (Freepik.com/jcomp)

Sebelum membahas mengenai cara penanganannya, ada baiknya Moms tahu terlebih dahulu apa penyebab bercak putih di wajah bayi.

1. Kekurangan Vitamin

Ini merupakan alasan umum timbulnya bercak putih di wajah bayi.

Seperti Moms tahu, gizi seimbang adalah syarat anak mendapatkan nutrisi yang lengkap.

Sayangnya banyak dari mereka yang masih memilah-milah makanan.

Akibatnya kekurangan vitamin dan muncul bercak putih.

2. Tanda Lahir

Yup, bercak putih di wajah bayi seperti panu yang muncul bisa juga merupakan tanda lahir yang memang sudah ada.

Bila memang seperti itu, maka Moms tidak perlu khawatir.

3. Tinea Versicolour

Ibu Mencium Bayinya
Foto: Ibu Mencium Bayinya (Freepik.com/cookie-studio)

Tinea versicolour atau pityriasis versicolour adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh Malassezia.

Jamur ini kemudian memproduksi asam yang akan mengganggu produksi melanin di dalam tubuh Si Kecil.

ADVERTISEMENT

hijack-massilia

Beberapa orang dengan kondisi ini mengalami munculnya bercak merah muda, merah, atau cokelat, ada juga yang bintik-bintik putih.

Jika anak Moms memiliki kulit yang lebih cerah, bintik-bintik putih mungkin tidak akan terlihat sampai kulit menjadi cokelat.

Gangguan kulit ini dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia.

Tetapi umumnya menyerang orang-orang yang tinggal di iklim lembap, serta orang-orang yang memiliki kulit berminyak atau sistem kekebalan yang lemah.

Karena tinea vesikuler disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan, obat antijamur adalah garis pertahanan utama.

Bicaralah dengan dokter anak tentang obat yang tepat untuk mengobatinya.

Bercak putih pada wajah bayi biasanya hilang setelah jamur terkendali.

Diperlukan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk kulit kembali ke warna normal.

Tanpa perawatan yang konsisten dengan topikal, sering kambuh.

4. Vitiligo

Vitiligo adalah kondisi di mana timbul bercak putih pucat di kulit.

Vitiligo mungkin bagi sebagian orang tua menakutkan, padahal tidak berbahaya.

Bercak putih di wajah bayi seperti panu disebabkan karena hilangnya pigmentasi warna kulit, akibat gangguan autoimun.

Menurut National Health Service, bercak kulit yang mengalami depigmentasi ini dapat terbentuk di mana saja di tubuh. Ini termasuk di bagian:

  • Wajah
  • Lengan
  • Tangan
  • Kaki
  • Telapak kaki
  • Alat kelamin

Bercak ini mungkin awalnya berukuran kecil dan secara bertahap meningkat sampai area putih menutupi sebagian besar tubuh.

Namun, bintik putih yang meluas tidak terjadi di semua kasus.

Kondisi ini dapat berkembang pada semua usia, meskipun kebanyakan orang tidak menunjukkan gejala penyakit hingga usia 20-an.

Risiko anak untuk mengalami vitiligo akan meningkat jika ada riwayat penyakit dalam keluarga. Perawatan tergantung pada tingkat keparahan kondisinya.

Dokter mungkin merekomendasikan krim topikal, terapi sinar ultraviolet, atau obat oral untuk membantu memulihkan warna kulit dan menghentikan penyebaran bercak putih di wajah bayi.

Cangkok kulit juga efektif untuk menghilangkan bercak kecil kulit putih.

Untuk melakukan ini, dokter akan mengangkat kulit dari satu bagian tubuh kita dan menempelkannya ke bagian tubuh yang lain.

5. Luka Bakar

Biasanya bekas luka tertentu pada kulit, akan menyebabkan bagian kulit tersebut mengalami kurang pigmentasi atau keterlambatan pigmentasi.

Nah, jika sudah seperti ini, seperti apa penanganan bercak putih di wajah bayi seperti panu?

6. Milia

Bayi Mungil
Foto: Bayi Mungil (Freepik.com/freepic-diller)

Milia juga bisa jadi penyebab bintik putih pada bayi. Kondisi ini berkembang ketika keratin terperangkap di bawah kulit.

Keratin adalah protein yang menyusun lapisan luar kulit. Hal ini menyebabkan terbentuknya kista kecil berwarna putih di kulit.

Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, tetapi juga terlihat pada bayi baru lahir.

Jika bintik putih disebabkan oleh keratin yang terperangkap, itu disebut milia primer.

Namun, kista putih kecil ini juga bisa terbentuk di kulit akibat luka bakar, kerusakan akibat sinar matahari, atau poison ivy.

Kista juga dapat berkembang setelah prosedur pelapisan kembali kulit atau setelah menggunakan krim steroid topikal.

Milia bisa berkembang di pipi, hidung, dahi, dan sekitar mata. Beberapa anak juga membentuk kista di mulut mereka.

Benjolan ini biasanya tidak terasa nyeri atau gatal, dan kondisi ini biasanya sembuh sendiri tanpa pengobatan dalam beberapa minggu.

Jika kondisi anak tidak membaik dalam beberapa bulan, segera bawa anak ke dokter untuk diperiksa.

7. Pityriasis Alba

Pityriasis alba adalah jenis eksim yang menyebabkan munculnya bercak oval kulit putih yang berubah warna.

Gangguan kulit ini memengaruhi sekitar 5% anak-anak di seluruh dunia, terutama yang berusia antara 3 dan 16 tahun.

Penyebab pasti dari kondisi ini tidak diketahui. Biasanya terlihat pada pengaturan dermatitis atopik.

Ini mungkin terkait dengan paparan sinar matahari atau jamur yang menyebabkan hipopigmentasi.

Pityriasis alba sering hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, meskipun perubahan warna bisa bertahan hingga tiga tahun.

8. Hipomelanosis Gutata Idiopatik (Bintik Matahari)

Hipomelanosis guttate idiopatik, atau bintik matahari, adalah bintik putih yang terbentuk di kulit akibat paparan sinar UV dalam jangka panjang.

Jumlah dan ukuran bintik putih bervariasi, tetapi biasanya berbentuk bulat, datar, dan berukuran antara 2 dan 5 milimeter.

Bintik-bintik ini dapat berkembang di berbagai bagian tubuh anak termasuk:

  • Wajah
  • Lengan
  • Punggung
  • Kaki

Menurut American Osteopathic College of Dermatology, kondisi ini lebih terlihat pada orang dengan kulit cerah, dan risiko bintik matahari meningkat seiring bertambahnya usia.

Wanita punya risiko lebih mengalami bintik-bintik pada usia lebih muda daripada pria.

Karena bintik-bintik putih ini disebabkan oleh paparan sinar UV, Moms harus menggunakan pelindung matahari untuk mencegah bertambahnya bintik matahari.

Ini dapat membantu mencegah terbentuknya bintik yang baru.

Cara Mengatasi Bercak Putih pada Wajah Bayi

Bayi Tertidur
Foto: Bayi Tertidur (Freepik.com/freepic-diller)

Cara-cara ini bisa Moms lakukan untuk menghilangkan bercak putih di wajah bayi.

Jika dilakukan secara rutin, maka hasil yang didapatkan pun akan optimal.

1. Mengoleskan Sunscreen

Mengoleskan sunscreen bayi atau tabir surya dapat bermanfaat untuk mengatasi bercak putih yang disebabkan oleh paparan sinar matahari, seperti vitiligo atau hipopigmentasi pasca-inflamasi.

Pastikan untuk menggunakan produk tabir surya yang dirancang khusus untuk bayi atau anak-anak, ya, Moms.

Biasanya, sunscreen untuk bayi memiliki formula lebih ringan dan tidak mengandung bahan kimia yang keras atau iritan.

Moms dapat mengaplikasikan sunscreen secara lembut dan merata di area tubuh bayi yang terpapar sinar matahari, termasuk wajah, telinga, dan tangan.

Hindari area sekitar mata untuk mencegah iritasi.

Oleskan tabir surya ini selama 15-30 menit sebelum bayi terpapar sinar matahari dan ulangi setiap dua jam atau setelah bayi berenang atau berkeringat.

2. Berikan Makan Sayur dan Buah yang Cukup

Bayi Makan Buah
Foto: Bayi Makan Buah (Freepik.com/master1305)

Memberikan lebih banyak sayur dan buah untuk bayi juga bisa berperan penting dalam kesehatan kulit secara umum, termasuk mengatasi bercak putih di wajah bayi.

Sayuran dan buah-buahan yang cukup dalam pola makan bayi yang sudah memulai makanan padat (umumnya setelah usia 6 bulan) dapat membantu memberikan nutrisi yang penting untuk mendukung kesehatan kulit.

Nutrisi ini termasuk vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting untuk menjaga kulit agar tetap sehat dan dapat membantu dalam pemulihan kondisi kulit tertentu.

Namun sebelum memperkenalkan sayuran dan buah kepada bayi, pastikan untuk memulai dengan makanan yang tepat berdasarkan usia mereka dan mengikuti rekomendasi dokter atau ahli gizi anak untuk memastikan Si Kecil menerima nutrisi yang cukup dan aman.

3. Menggunakan Pelembap Kulit

Banyak dokter anak menyarankan untuk menggunakan emolien (pelembap) bebas parfum dan pewarna.

Pelembab ini berguna untuk mencegah kulit kering yang dapat menyebabkan Pityriasis alba.

Bercak yang muncul sensitif jika dibandingkan dengan kulit di sekitarnya.

Inilah mengapa lebih baik menggunakan pelembab yang tidak diisi dengan pewangi atau bahan kimia buatan.

Dokter anak akan mengetahui pelembap terbaik yang dapat digunakan untuk Si Kecil.

4. Menjaga Kebersihan Kulit Bayi

Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan kulit Si Kecil, ya, Moms.

Misalnya dengan memandikan bayi secara rutin menggunakan air hangat dan sabun lembut khusus bayi.

Hal ini akan membantu membersihkan kotoran, minyak berlebih, dan kuman dari kulit bayi yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan masalah kulit.

Setelah mandi, keringkan kulit bayi dengan handuk yang lembut.

Pastikan untuk menepuk-nepuk kulit bayi dengan handuk secara lembut, jangan menggosok, karena ini bisa mengiritasi kulit sensitif bayi.

Kemudian, kenakan pakaian yang terbuat dari bahan alami seperti katun yang lembut dan menyerap keringat.

Hindari pakaian yang terbuat dari bahan sintetis yang dapat mengiritasi kulit bayi.

Pastikan juga untuk mencuci pakaian bayi dengan deterjen yang lembut dan aman untuk bayi.

Lalu, pastikan untuk mengganti popok bayi sesering mungkin untuk mencegah iritasi dari kelembapan yang tertinggal.

Ingat ya, Moms, gunakanlah popok yang pas dan pastikan area popok selalu kering dan bersih.

5. Gunakan Krim Antijamur

Menggunakan krim antijamur bisa menjadi salah satu cara mengatasi bercak putih di wajah bayi jika penyebabnya adalah infeksi jamur, seperti tinea versicolor (panu).

Sebelum mengaplikasikan obat antijamur, penting bagi Moms untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter anak.

Dokter akan memastikan bahwa bercak putih tersebut memang disebabkan oleh jamur dan bukan kondisi kulit lain yang tidak memerlukan atau bahkan bisa diperburuk oleh penggunaan krim antijamur.

Jika dokter menentukan bahwa krim antijamur diperlukan, mereka akan merekomendasikan produk yang aman dan efektif untuk bayi.

Ikuti petunjuk dokter atau petunjuk pada kemasan obat mengenai seberapa sering dan berapa lama Moms harus mengaplikasikan krim antijamur pada kulit Si Kecil.

Ketika digunakan, sebaiknya perhatikan juga reaksi kulit bayi terhadap krim antijamur.

Jika Moms melihat tanda-tanda iritasi seperti kemerahan, gatal, atau pembengkakan, hentikan penggunaan krim antijamur dan konsultasikan lagi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: 9 Penyebab Bentol Berair pada Kulit Bayi Kata Dokter!

Itu dia beberapa penanganan yang bisa Moms lakukan jika bercak putih muncul pada kulit buah hati.

Selain untuk mengobati, cara-cara di atas bisa dilakukan juga untuk mencegah sebelum terjadi lho Moms!

  • https://www.nhs.uk/conditions/vitiligo/
  • https://www.aocd.org/page/IdiopathicGuttateH
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17868-milia
  • https://www.verywellhealth.com/pityriasis-alba-1068759
  • https://www.healthline.com/health/skin-disorders/white-spots-on-skin
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/319887
  • https://www.health.com/white-spots-on-skin-7967105

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


ADVERTISEMENT

advertisement

FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2025 Orami. All rights reserved.