6 Perubahan Kulit Saat Hamil, Perhatikan Tandanya, Moms!

Daftar isi artikel
Perubahan kulit saat hamil merupakan kondisi yang umum dialami oleh sebagian besar wanita.
Ketika hamil, Moms akan melihat banyaknya perubahan pada kulit, bahkan sejak usia kehamilan berada di trimester pertama.
Namun, perubahan kulit ini dapat berbebda-beda pada setiap wanita yang hamil.
"Kehamilan dapat menyebabkan sejumlah perubahan pada kulit, berkat perubahan hormon dan aliran darah. Misalnya, perubahan pigmentasi, jerawat, spider veins, dan stretch mark," jelas Yvonne Butler Tobah, M.D., mengutip dari Mayo Clinic.
Secara medis, berikut penjelasan perubahan kulit saat hamil yang umum terjadi.
1. Wajah Tampak Cerah

Mengutip American Pregnancy Association, ketika hamil, tubuh menghasilkan darah 50 persen lebih banyak, sehingga sirkulasi darah ke seluruh tubuh juga akan meningkat.
Hal ini dapat menyebabkan wajah Moms menjadi lebih cerah.
Selain itu, tubuh juga memproduksi hormon dalam jumlah cukup banyak yang menyebabkan kelenjar minyak bekerja berlebihan, membuat wajah berkilau.
Jika wajah menjadi terlalu berminyak saat hamil, Moms dapat menggunakan pembersih bebas minyak untuk membersihkan wajah dan mencegah munculnya jerawat.
2. Muncul Jerawat
Jika Moms sudah memiliki jerawat sebelum hamil, kemungkinan jerawat juga menjadi salah satu perubahan kulit yang terjadi pada awal kehamilan.
Ini karena hormon ekstra menyebabkan kelenjar minyak mengeluarkan minyak lebih banyak, yang menjadi penyebab jerawat.
Karena itu, penting untuk menjaga kebiasaan membersihkan wajar setiap habis pergi dan sebelum tidur.
Selama hamil, Moms bisa menggunakan sabun khusus kulit berminyak tanpa bahan kimia berbahaya, dan cuci wajah setiap malam dan setiap pagi.
Dalam Journal of Women's Dermatology, perawatan jerawat dapat berbasis topikal, oral, dan fisik, serta menggunakan berbagai macam alat tersedia untuk memerangi jerawat.
Karena sebagian besar kandungan untuk mengatasi jerawat selama kehamilan bisa berisiko, konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
3. Perubahan Kulit saat Hamil di Area Perut

Saat perut membesar, kulit akan meregang dan mengencang. Ini menyebabkan kekeringan dan rasa gatal yang sangat tidak nyaman.
Jika Moms mengalami gatal-gatal parah saat hamil dan disertai mual, muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan dan/atau penyakit kuning, hubungi dokter karena ini bisa jadi tanda kolestasis, yang terkait dengan fungsi hati.
Jika gatalnya intens dan menyebar ke lengan dan kaki, bisa jadi Moms memiliki kondisi Pruritic Urticarial Papules and Plaques (PUPP).
Gejala PUPP termasuk gatal, kemerahan, bercak di kulit yang akan hilang usai melahirkan.
4. Vena yang Terlihat
Tubuh membuat jantung bekerja lebih ekstra sehingga dapat memompa darah lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan kehamilan.
Akibatnya, pembuluh darah di bagian perut, payudara, dan kaki menjadi lebih terlihat.
Kondisi spider veins atau spider angioma di wajah, dada, perut, atau lengan adalah perubahan kulit ketika trimester pertama yang sering terjadi.
"Ketika hamil, terjadi peningkatan aliran darah yang dapat menyebabkan pembuluh darah yang rusak dikenal sebagai spider angioma," kata David Leffel, MD, profesor dermatologi di Yale School of Medicine di New Haven, Connecticut, mengutip Family Doctor.
5. Stretch Mark

Dilansir dari situs WebMD, Lebih dari 90% wanita hamil akan mengalami perubahan kulit saat hamil seperti stretch marks sebagai respons terhadap penarikan dan peregangan kulit yang terjadi selama kehamilan.
Menurut American Pregnancy Association, stretch mark muncul bukan hanya di area perut dan payudara, tapi juga di area paha, pinggang, punggung bagian bawah dan pantat.
6. Muncul Bintik-Bintik Hitam
Melansir dari laman American College of Obstetricians and Gynecologists, peningkatan melanin dapat menyebabkan munculnya bintik gelap di wajah, yang dikenal sebagai melasma atau "topeng kehamilan."
Untuk mengurangi bintik hitam, gunakan tabir surya dan hindari paparan sinar matahari langsung, terutama antara pukul 10 pagi hingga 2 siang.
Biasanya, bercak ini akan memudar dalam beberapa bulan setelah melahirkan. Moms juga bisa mencoba beberapa cara menghilangkan melasma.
Selain di wajah, bintik hitam juga dapat muncul di area payudara, puting, atau paha bagian dalam.
Itulah penjelasan seputar perubahan kulit saat hamil yang mulai terlihat sejak trimester pertama.
Pada dasarnya, perubahan kulit tersebut dapat mereda dengan sendirinya pasca melahirkan, Moms.
Namun, jika perubahan pada kulit terjadi semakin intens dengan tingkat keparahan tinggi, sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter.
Semoga informasi dapat memperkaya wawasan, ya!
- https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/skin-changes-during-pregnancy/
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5555287/
- https://americanpregnancy.org/your-pregnancy/are-pregnancy-stretchmarks-different/
- https://www.acog.org/womens-health/faqs/skin-conditions-during-pregnancy
- https://www.webmd.com/beauty/what-are-stretch-marks
Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.
Baca selanjutnya
Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan
Copyright © 2025 Orami. All rights reserved.