4 Alasan Berhenti Menggunakan Rokok Elektrik, Ini Dia!
Yuk, beri alasan ini ke Dads untuk berhenti menggunakan rokok elektronik. Saat ini, sudah banyak orang yang beralih dari rokok tradisional ke rokok elektrik atau vaping. Biasanya orang menggunakan vaping sebagai alternatif untuk berhenti merokok.
Sayangnya, rokok elektrik juga tidak 100 persen aman seperti yang diperkirakan oleh banyak orang. Banyak penelitian dilansir dari medicalnewstoday.com, menunjukkan bahwa vaping juga sama bahayanya dengan rokok tradisional.
Banyak orang mengira rokok elektrik tidak berbahaya karena tanpa membakar tembakau. Selain itu, rokok elektrik juga bisa saja mengandung nikotin seperti rokok tradisional.
Sehingga rokok elektrik atau vaping bukan pilihan yang tepat untuk berhenti merokok tradisional.
Alasan Harus Menghindari Rokok Elektrik
Melansir Hopkins Medicine, berikut ini fakta-fakta agar Moms dan Dads berhenti menggunakan rokok elektrik dan menghindarinya.
Baca Juga: 6 Organ Tubuh Ini Terkena Dampak Paling Buruk karena Rokok
1. Vaping Sama Bahayanya dengan Rokok Tradisional
Foto: pixabay.com
Menurut laporan Surgeon General dari US Department of Health and Human Services, rokok elektrik juga mengandung nikotin yang diekstraksi dari tembakau, perasa dan bahan kimia yang membuat uap air untuk dihirup.
Sedangkan, rokok tembakau tradisional biasanya mengandung 7.000 bahan kimia, banyak di antaranya beracun. Meski bahan kimia dalam rokok tradisonal lebih banyak mengandung racun, bukan berarti rokok elektrik jauh lebih aman.
Baca Juga: Mengganti Rokok dengan Vape, Apa Benar Asapnya Lebih Aman Jika Dihirup Orang Lain?
2. Vaping Bisa Mengganggu Kesehatan
Foto: pixabay.com
Nikotin sebagai bahan utama dalam rokok tradisonal maupun vaping sama-sama bersifat adiktif. Kandungan nikotin dalam rokok elektrik inilah yang membentuk asap dan menyebabkan masalah kesehatan.
Selain itu, nikotin dalam vaping juga bisa meningkatkan tekanan darah, memacu adrenalin, meningkatkan denyut jantung dan risiko serangan jantung.
Itulah alasan kita harus mencoba berhenti menggunakan rokok elektrik. Bahkan bahan kimia dalam rokok elektrik untuk membentuk uap itulah yang berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik jangka panjang.
"Orang-orang perlu memahami bahwa rokok elektrik berpotensi bahaya bagi kesehatan. Karena, semua jenis bahan kimia dalam rokok elektrik tersebut mungkin tidak aman," kata Michael Blaha, MD, MPH, Direktur penelitian klinis di Johns Hopkins Ciccarone Center untuk Pencegahan Penyakit Jantung.
Baca Juga: Jangan Anggap Enteng, Ternyata Bau dan Racun Rokok Menempel Pada Bagian Tubuh dan Benda Ini
3. Rokok Elektrik Sama Adiktifnya dengan Rokok Tradisional
Foto: pixabay.com
Menurut penelitian, kandungan nikotin dalam rokok elektrik sama adiktifnya dengan heroin dan kokain. Bahkan banyak pengguna vaping yang menghirup lebih banyak nikotin daripada rokok tradisional. Apalagi konsentrasi nikotin dalam rokok elektrik atau vaping juga lebih tinggi.
4. Rokok Elektrik Bukan Alat Berhenti Merokok Terbaik
Foto: pixabay.com
Rokok elektrik bukanlah pilihan tepat untuk seseorang berhenti merokok. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa kebanyakan orang menggunakan e-rokok untuk menghentikan kebiasaan menghirup nikotin. Tetapi, akhirnya mereka juga kembali merokok tradisional atau ketagihan vaping.
Nah, Moms. Itulah penjelasan mengapa kita harus berhenti menggunakan rokok elektronik. Ternyata, tidak lebih aman daripada rokok biasa ya, Moms?
(SA/DIN)
Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.
Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan
Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.