12 Ciri Fisik Pembuahan Berhasil yang Mudah Dikenali
Ciri fisik pembuahan berhasil biasanya mulai terlihat beberapa hari setelah pembuahan terjadi.
Salah satu tanda awal yang umum dirasakan adalah adanya perubahan pada tubuh, seperti rasa nyeri ringan atau kram di perut bagian bawah.
Selain itu, Moms mungkin akan mengalami bercak darah ringan yang dikenal sebagai pendarahan implantasi, yang terjadi ketika embrio menempel pada dinding rahim.
Perubahan lain yang bisa dirasakan termasuk peningkatan suhu basal tubuh, payudara yang terasa lebih lembut atau membengkak, dan kelelahan yang tiba-tiba muncul.
Ciri-ciri fisik ini sering kali menjadi pertanda awal sebelum Moms mendapatkan hasil positif pada tes kehamilan.
Baca Juga: Tahapan Proses Pembuahan: dari Ovulasi hingga Kehamilan
Proses Pembuahan
Setelah pertemuan antara sel telur dan sperma, belum tentu terjadi pembuahan. Hal ini terjadi meskipun Moms dan Dads sering berhubungan.
Bila Moms dan Dads ingin adanya proses pembuahan berhasil, ada baiknya Moms dan Dads berhubungan di masa subur.
Sebagai informasi, pembuahan terjadi di saluran tuba, bukan di rahim atau indung telur.
Proses pembuahan yang dikatakan berhasil ketika sel sperma berhasil bertemu dengan sel telur di tuba falopi.
Sel tersebut kerap disebut sebagai zigot. Nah, di tahap ini zigot baru akan pindah dari tuba falopi ke rahim.
Lalu, zigot ini akan berkembang menjadi embrio yang menempel pada dinding rahim.
Kondisi ini disebut implantasi embrio dan dianggap sebagai tanda awal-awal kehamilan.
Terjadinya Kehamilan setelah Pembuahan Berhasil
Kehamilan dapat terjadi apabila sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma.
Setelah pembuahan telah berhasil, akan terjadi proses selanjutnya yaitu implantasi.
"Implantasi adalah ketika sel telur yang telah dibuahi menanamkan dirinya ke dalam lapisan rahim dan mulai membangun plasenta dan embrio," kata Jingwen Hou, MD, Ph.D., dokter kandungan khusus endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Hawaii, mengutip laman Parents.
Implantasi ini akan menjadi tanda awal terjadinya kehamilan.
Tanda Pembuahan Gagal
Namun, perlu dipahami bahwa pembuahan tidak selalu terjadi di setiap hubungan seksual, Moms.
Hal ini dikarenakan sel sperma tidak berhasil membuahi sel telur
Sel telur hanya akan bergerak ke tuba falopi, melalui rahim, dan keluar melalui vagina.
Salah satu tanda pembuahan yang tidak berhasil adalah Moms akan menstruasi sekitar dua minggu setelah hubungan seksual dengan Dads.
Selain itu, pembuahan yang gagal juga mungkin terjadi akibat penggunaan kontrasepsi dan infertilitas.
Karena kontrasepsi darurat, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), dan infertilitas dapat mencegah implantasi embrio.
Baca Juga: 8 Urutan Proses Kehamilan, dari Pembuahan hingga Melahirkan
Ciri Fisik Pembuahan Berhasil
Secara kasat mata, ciri fisik pembuahan berhasil rupanya cukup sulit untuk dikenali, Moms.
"Namun, kita dapat mengikuti gejala-gejala kehamilan awal yang pada umumnya dirasakan para wanita," jelas dr. Mario Khrisna, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Pondok Indah.
"Pembuahan yang berhasil ditandai dengan naiknya hormon beta HcG," tambahnya.
Hormon beta HcG inilah yang nantinya akan menimbulkan gejala awal kehamilan.
"Peningkatan hormon ini menyebabkan munculnya gejala-gejala awal kehamilan, seperti munculnya mual atau yang biasa disebut morning sickness," tambah dr. Mario Khrisna.
Di sisi lain, mengutip dari jurnal F1000 Research, angka kematian embrio manusia secara alami termasuk tinggi.
Khususnya, pada minggu-minggu pertama setelah terjadinya pembuahan, dengan total kehilangan prenatal 70%.
Dengan begitu, ciri fisik pembuahan berhasil dapat dilihat dan terjadi 2 minggu setelah pembuahan baru akan muncul.
Salah satu ciri yang bisa dilihat adalah periode menstruasi yang lewat.
Itu sebabnya, masa hidup embrio sebelum 2 minggu sulit diketahui, Moms.
Namun, jika Moms mengalami beberapa hal berikut ini, bisa jadi ciri fisik pembuahan berhasil dan Moms mungkin tengah mengandung.
1. Terjadinya Perdarahan
Pada saat implantasi, telur yang dibuahi menanamkan dirinya ke dalam rahim, menyebabkan lapisan rahim terlepas.
Proses ini kadang menyebabkan sedikit perdarahan. Ini merupakan ciri fisik pembuahan berhasil.
Biasanya, kondisi ini berlangsung 1–3 hari dan terjadi satu minggu sebelum menstruasi.
Kondisi ini juga bisa terjadi pada saat menstruasi biasa.
Itu sebabnya, banyak wanita menganggap mereka hanya mengalami menstruasi dini atau ringan.
"Beberapa wanita mungkin memiliki sedikit bercak atau pendarahan sekitar 10 hingga 14 hari setelah pembuahan, dan itu diduga terkait dengan implantasi," kata Dr. Hou.
Perbedaan perdarahan ciri fisik pembuahan berhasil bila dibanding menstruasi, yaitu pada pendarahan implantasi biasanya berwarna merah muda atau cokelat.
Aliran darahnya juga tidak bertambah deras seperti menstruasi.
2. Mengalami Kram
Dr. Hou juga mengatakan bahwa wanita mungkin mengalami kram ringan di sekitar waktu implantasi sebagai ciri fisik pembuahan berhasil.
Namun, kram ini bisa diartikan sebagai tanda-tanda menstruasi.
"Kram dapat terjadi di sekitar waktu yang sama dengan pendarahan implantasi, dan terasa mirip dengan kram menstruasi," jelasnya.
Kram implantasi ini biasanya muncul dan menghilang di perut bagian bawah atau punggung bawah.
Beberapa wanita menggambarkan sensasi kram implantasi seperti berikut ini:
- Rasa ditusuk.
- Rasa seperti ditarik.
- Rasa kesemutan.
Sebagai informasi, implantasi merupakan periode di mana calon bayi menempatkan dirinya di dalam rahim.
"Terkadang muncul gejala ringan seperti kram yang mirip pada saat sebelum haid, munculnya flek juga memungkinkan pada periode ini," kata dr. Mario Khrisna.
Baca Juga: Bisakah 1x Berhubungan Langsung Hamil? Ini Penjelasannya!
3. Adanya Keputihan atau Keluarnya Lendir
Ciri fisik pembuahan berhasil selanjutnya adalah keluarnya lendir serviks atau adanya keputihan.
Namun bukan artian keputihan, ya Moms, melainkan area sensitif wanita menjadi lebih lembap karena munculnya lendir tidak berwarna yang lebih banyak dari biasanya.
"Hal ini disebabkan adanya hormon kehamilan lain yang berfungsi untuk menebalkan dinding rahim sehingga proses implantasi berjalan baik," ungkap dr. Mario Khrisna.
Hormon ini pun meningkat seperti beta HCG sehingga pada umumnya akan dirasakan oleh para wanita yang sedang menunggu kabar kehamilannya.
Sama halnya seperti mengutip dari Healthline Parenthood, selama ovulasi, lendir serviks akan menjadi bening, elastis, dan licin (seperti putih telur).
Moms mungkin sudah mengetahui ini sebagai lampu hijau terjadinya pembuahan.
Setelah implantasi terjadi, lendir mungkin memiliki tekstur yang lebih kental, "lebih lengket" dan berwarna bening atau putih.
Pada hari-hari awal kehamilan, peningkatan progesteron dan estrogen dapat menyebabkan lendir menjadi lebih kental, lebih banyak, dan berwarna putih atau kuning.
Tetapi, lendir serviks dapat dipengaruhi oleh sejumlah hal seperti hormon, stres, hubungan seksual, kehamilan, perdarahan implantasi atau menstruasi, dan sebagainya.
Selain itu, mungkin keluarnya lendir ini bukan indikator yang dapat diandalkan tentang apakah ini ciri fisik pembuahan berhasil yang pasti.
4. Perubahan Suhu Tubuh Basal
Banyak wanita mencatat suhu tubuh basal atau dasar berubah, saat mencoba untuk hamil karena berubah sepanjang siklus menstruasi.
Suhu tubuh bisa meningkat setelah ovulasi dan mungkin tetap lebih tinggi dari biasanya sampai menstruasi dimulai. Ini juga dapat menjadi ciri fisik pembuahan berhasil.
Suhu tubuh basal yang tetap sangat tinggi melebihi durasi biasanya dapat mengindikasikan kehamilan.
Namun, tanda-tanda ini tidak hanya terjadi pada kehamilan dan dapat disebabkan oleh faktor hormonal atau gaya hidup lainnya.
5. Merasakan Mual
National Health Service menjelaskan bahwa mual adalah salah satu tanda paling umum terhadap ciri fisik pembuahan berhasil, atau tanda awal kehamilan.
Biasanya, mual bisa dirasakan di pagi hari.
Nah, ketika hal ini terjadi mungkin saja Moms sedang dalam masa hamil muda.
Hal ini senada dengan penjelasan dr. Mario Khrisna.
"Munculnya mual atau yang biasa disebut morning sickness dan dapat menyebabkan perut yang terasa kurang nyaman karena mual itu sendiri," ungkapnya.
Seperti yang sudah disinggung di atas juga, perasaan mual ini terjadi akibat adanya peningkatan hormon beta HcG.
Namun ingat Moms, tidak semua perempuan mengalami gejala mual sebagai ciri fisik pembuahan berhasil.
Ada yang mengalami mual ketika memasuki trimester kedua atau bahkan ketiga.
Ketika Moms merasa mual, segeralah periksa dengan menggunakan test pack, ya!
Apalagi ketika hamil, biasanya Moms akan lebih peka dengan bau-bauan.
Melansir dari National Childbird Trust, ibu hamil memang lebih sensitif saat mencium bau-bauan.
Bahkan beberapa Moms yang sangat menyukai bau tertentu bisa mendadak merasakan mual ketika menciumnya saat hamil.
Baca Juga: 7 Gejala Setelah Embrio Transfer pada IVF, Mirip PMS!
6. Perubahan Payudara
dr. Mario Khrisna juga menambahkan bahwa ciri fisik pembuahan berhasil atau tanda awal kehamilan bisa dilihat dengan munculnya beberapa perubahan.
Seperti payudara yang mulai sensitif, lipatan-lipatan kulit dan areola yang mulai menggelap, dan beberapa gejala lainnya yang tidak selalu sama di setiap wanita.
7. Sakit Kepala, Kembung, dan Kelelahan
Dr. Chloe Acevedo, dokter kandungan di Atlantic Medical Group Women's Health, Westfield, yang dikutip dari laman Parents turut menjelaskan seperti apa tanda-tanda sel telur yang berhasil dibuahi.
Ia menyebutkan bahwa gejala implantasi lainnya selain mual, nyeri payudara, dan warna areola jadi lebih gelap, juga ada kelelahan, sakit kepala, kembung, perubahan suasana hati, dan perubahan nafsu makan.
Namun, Dr. Chloe menerangkan bahwa gejala-gejala di atas kerap diartikan sebagai gejala PMS.
"Gejala implantasi ini kadang-kadang dapat dikacaukan dengan gejala PMS, yang bisa samar dan tidak spesifik," katanya.
8. Perubahan Selera dan Bau
Beberapa wanita mengalami perubahan dalam selera makanan atau bau tertentu yang bisa menjadi tanda bahwa pembuahan telah terjadi.
Mungkin ada peningkatan atau penurunan nafsu makan. Namun, perubahan ini tidak universal dan bisa bervariasi dari satu individu ke individu lainnya.
Gejala ini umumnya terkait dengan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan.
9. Perubahan Mood
Tidak semua wanita mengalami perubahan mood saat hamil, namun ini bisa menjadi salah satu indikasi awal keberhasilan pembuahan.
Perubahan emosi ini mungkin disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen, progesteron, dan hCG. Akibatnya, ibu hamil bisa menjadi lebih sensitif dan mudah menangis.
Penting dicatat bahwa perubahan suasana hati saat hamil ini mirip dengan gejala menjelang menstruasi (PMS).
Hal ini terkadang membuat ibu hamil keliru mengira sedang PMS padahal sedang mengandung.
10. Konstipasi
Konstipasi merupakan keluhan umum yang dialami wanita hamil, terutama di awal kehamilan.
Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron yang memperlambat pergerakan makanan di usus.
Saat terjadi konstipasi atau sembelit, makanan jadi lebih lambat saat melewati usus.
Moms bisa meredakannya dengan cara banyak minum air putih, olahraga dan konsumsi makanan-makanan berserat.
Baca Juga: Mengenal Tanda Ovulasi Gagal dan Pembuahan Gagal, Amati!
11. Periode Haid Terlewat
Haid yang terlewat adalah tanda yang paling jelas dari proses pembuahan yang berhasil.
Moms bisa cepat-cepat mengecek dengan test pack jika hal ini terjadi.
Akan tetapi, haid yang terlewat bisa jadi juga penyebab masalah kesehatan tertentu, seperti stress and efek obat.
12. Sering Buang Air kecil
Pada usia kehamilan 2 minggu, Moms biasanya akan lebih sering buang air kecil, karena hormon kehamilan yang meningkat setelah implantasi.
Hormon yang berubah juga menjadi penyebab volume darah yang meningkat, yang berdampak pada ginjal yang memproduksi cairan.
Kebiasaan sering buang air kecil akan berkurang di trimester kedua.
Namun perlu diingat, sering buang air kecil tidak selalu identik dengan tanda kehamilan. Ini bisa menjadi penyebab masalah kesehatan lainnya.
Cara agar Pembuahan Berhasil
Pada dasarnya, setiap tubuh manusia sudah menyiapkan yang terbaik untuk kehamilan itu sendiri.
Contohnya, hormon-hormon kehamilan yang secara alami akan muncul tanpa harus "dinyalakan".
"Bagi para wanita 'Pejuang Garis Dua' yang sedang menunggu kabar baik itu datang, sebaiknya mempersiapkan diri dengan baik," kata dr. Mario Khrisna.
"Seperti mengonsumsi makanan yang sehat, vitamin-vitamin yang akan dibutuhkan pada saat kehamilan," lanjutnya.
Terlebih, tidak hanya menyiapkan kesehatan secara jasmani dan rohani yang baik saja, Moms.
Menjaga kesehatan mental bagi para calon ibu juga dibutuhkan guna menyambut kehamilan.
Melansir dari Healthline, badan yang sehat adalah kunci kehamilan yang sehat.
Itu sebabnya, sebelum mencoba hamil pastikan tubuh Moms sesehat mungkin.
Moms juga bisa berkunjung ke dokter terlebih dahulu untuk mengecek kondisi tubuh sekaligus mencari masalah kesehatan yang mungkin dialami akibat kondisi genetik.
Jika diperlukan, maka dokter juga akan menyarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup sebelum hamil, beberapa diantaranya adalah.
- Menjaga berat badan sehat.
- Memperbaiki kebiasaan diet dengan berolahraga rutin.
- Menjahui konsumsi alkohol.
- Berhenti merokok bagi yang merokok.
- Mengurangi konsumsi minuman berkafein.
Baca Juga: 20 Tanda Hamil Sebelum Telat Haid, Moms Perlu Tahu!
Lakukan Tes Kehamilan untuk Hasil yang Akurat
Terlepas dari ciri fisik pembuahan berhasil yang dapat terjadi, perlu dicatat bahwa tidak semua wanita mengalami gejala-gejala ini.
Tidak semua orang mengalami kram implantasi dan pendarahan saat mereka pertama kali hamil.
Studi pada jurnal Annals of Epidemiology, disebutkan seperempat peserta melaporkan pendarahan pada trimester pertama mereka.
Hanya 8% dari peserta yang mengalami pendarahan hebat.
Sebanyak 28% peserta yang memiliki bercak dan perdarahan ringan juga merasa sakit, dan 54% dari peserta yang mengalami pendarahan berat turut mengalami rasa sakit.
"Penting untuk dipahami bahwa satu-satunya cara untuk memastikan apakah gejalanya disebabkan oleh implantasi atau PMS adalah dengan tes kehamilan," pungkas Dr. Chloe.
Baca Juga: Spermatogenesis, Proses Pembentukan Sperma yang Menentukan Keberhasilan Pembuahan
Itu dia Moms informasi seputar ciri fisik pembuahan berhasil. Agar proses kehamilan berjalan dengan lancar, perlu dukungan dari orang sekitar juga, Moms!
Terlebih pastikan Moms berkunjung ke dokter sebelum merencanakan kehamilan agar Moms bisa menghadapi masa kehamilan yang ringan.
- https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-to-increase-chances-of-getting-pregnant#overall-health
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2884141/
- https://www.nhs.uk/pregnancy/trying-for-a-baby/signs-and-symptoms-of-pregnancy/
- https://www.healthline.com/health/implantation-signs#symptoms
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5443340/
- https://www.healthline.com/health/where-does-fertilization-occur#implantation
Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.
Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan
Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.